Viral Tagihan Listrik Warga Hingga Rp 20 Juta, Ini 7 Cara Hemat Listrik Agar Pembayaran Tak Melonjak
Teguh Wuryanto merupakan pemilik bengkel las di Bedali, Lawang, namun usahanya akhir-akhir ini harus vakum karena pandemi Covid-19.
Manfaatkan ventilasi dan buka jendela ruangan sehingga terjadi sirkulasi udara yang optimal.
Pendingin udara (AC) menggunakan 50 hingga 60 persen listrik rumah tangga. Semakin banyak AC dipakai konsumsi listrik makin besar. Pakai kipas angin jika diperlukan.
3. Usahakan pakai perangkat hemat energi.
Misalnya AC pilih yang tipe inverter dan pompa air serta lampu dengan LED.
4. Sedapat mungkin hemat air untuk mengurangi kerja pompa air.
Pompa air berkontribusi 10 hingga 20 persen dari konsumsi listrik di rumah kita.
5. Pastikan TV mati ketika tidak ditonton, demikian juga dengan komputer khususnya Personal Computer (PC) yang mengkonsumsi daya listrik 50-80 Watt.
6. Hindari “phantom load” ini adalah konsumsi listrik dari perangkat listrik seperti TV, komputer, audio/video, microwave dan sebagainya, yang ada di posisi stand-by pada saat digunakan.
Phantom load secara kumulatif dapat menyumbang 5 hingga 10 persen dari konsumsi listrik kita. Jadi, untuk perangkat listrik yang tidak digunakan lebih baik dimatikan total (switch off) dan hindari mode “stand by”.
7. Rasional dalam penggunaan gadget. Batasi waktu online atau menonton streaming.
Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan tagihan listrik, terutama di tengah pandemi corona atau COVID-19.(*)
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Viral Tagihan Listrik Warga Malang Capai Rp 20 Juta, Berikut 7 Cara Hemat Listrik Agar Tak Melonjak