Breaking News:

Viral Tagihan Listrik Warga Hingga Rp 20 Juta, Ini 7 Cara Hemat Listrik Agar Pembayaran Tak Melonjak

Teguh Wuryanto merupakan pemilik bengkel las di Bedali, Lawang, namun usahanya akhir-akhir ini harus vakum karena pandemi Covid-19.

Surya
ILUSTRASI-Teguh Wuryanto, warga Malang yang tagihan listriknya Rp 20 juta sebulan 

TRIBUN-BALI.COM - Baru-baru ini viral di media sosial soal tagihan listrik Teguh Wuryanto (56) warga Lawang, Kabupaten Malang hingga mencapai Rp 20 juta.

Teguh Wuryanto merupakan pemilik bengkel las di Bedali, Lawang, namun usahanya akhir-akhir ini harus vakum karena pandemi Covid-19.

Lonjakan tagihan listrik belakangan ini tak hanya dialami Teguh Wuryanto banyak juga masyarakat yang mengeluhkan hal serupa melalui media sosial PLN.

Kendati demikian, PLN menegaskan tidak ada perubahan tarif listrik mulai 2017 lalu.

Rizal Ramli Nyatakan Tak Hadiri Debat dengan Menteri Luhut, Begini Alasannya

Jabatan Kapolri Berakhir 6 Bulan Lagi, Nama Calon Pengganti Jenderal Idham Azis Mulai Bermunculan

Begini 5 Arahan Presiden Jokowi Cegah Munculnya Gelombang Kedua Covid-19

Sementara itu, PLN menerangkan jika lonjakan tagihan listrik fantastis yang dialami Teguh Wuryanto dikarenakan kerusakan kapasitor.

"Mungkin kelemahan meteran yang lama, Jadi selama puluhan tahun itu, tidak membaca KVarh. Sehingga kesimpulannya pelanggan ini kapasitornya rusak.

Ini meteran kami kan baru, di bulan Februari diganti," kata Manajer Bagian Keuangan, SDM dan Administrasi PLN UP3 Malang, Febrina Marnarizka Putri ketika dikonfirmasi, Rabu (10/6/2020).

Febrina menegaskan, Teguh Wuryanto tetap harus membayar tagihan listrik sebesar Rp 20 juta.

Meskipun melonjaknya tagihan itu karena kerusakan kapasitor.

Alhasil, Teguh pun diharuskan tetap membayar tagihan meskipun harus dicicil.

Halaman
1234
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved