Corona di Bali

ASN Dinas Pendidikan Gianyar yang Positif Covid-19 Hanya Beraktivitas di Wilayah Sukawati

ASN Dinas Pendidikan Gianyar yang positif Covid-19 hanya beraktivitas di wilayah Sukawati

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kepala Disdik Gianyar, I Wayan Sadra. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Kabar duka dialami Dinas Pendidikan Gianyar akibat dampak Covid-19.

Sebab seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas setempat meninggal dunia karena penyakit kompilasi disertai Covid-19.

Namun data positif Covid-19 ASN tersebut tidak tercatat di Gianyar, melainkan di Kabupaten Badung.

Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, Wayan Sadra, Minggu (14/6/2020), membenarkan adanya ASN Disdik Gianyar yang meninggal dan memiliki riwayat Covid-19.

Selama ini yang bersangkutan, kata dia, bertugas sebagai pengawas sekolah dasar (SD) di Korwil Sukawati.

“Yang bersangkutan jarang ke kantor (Disdik Gianyar), karena keperluannya ke kantor sedikit sekali, apalagi dia pengawas SD, sepenuhnya di Korwil Sukawati,” ujar Sadra.

Terkait apa yang akan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Dinas Pendidikan Gianyar, Sadra mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Satgas Covid-19.

Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah guru dan kepala sekolah yang baru-baru ini pernah kontak dengan yang bersangkutan, sudah melakukan tes Covid-19 secara mandiri dengan hasil negatif.

“Untuk tes kesehatan, kami serahkan ke Dinkes. Tapi beberapa orang guru dan kepsek yang sempat kontak dengan yang bersangkutan sudah melakukan tes mandiri dan hasilnya negatif,” ujar Sadra.

Terkait kondisi Covid-19 di Gianyar, saat ini transmisi lokal terus mengalami peningkatkan.

Pada Sabtu (13/6/2020) malam, Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, tambahan tiga kasus baru, yang terpapar dari rekan kerjanya yang terlebih dahulu dinyatakan positif Covid-19.

Dimana mereka bekerja di sebuah toko bangunan di seputaran Gianyar Kota.

“Ketiganya tersebut merupakan OTG dari IBNA. Mereka satu tempat kerja yaitu di toko bangunan di Gianyar. Ketiganya terakhir kontak dengan IBNA pada 3 Juni. Ketiga penderita akan dikarantina di tempat karantina Provinsi Bali, tepatnya di Balai Diklat BPK Pering. Kami juga saat ini masih melakukan tracking pada kontak erat penderita,” ujar Wisnu.

(*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved