Polisi Atensi Balapan Liar, Kian Marak di Kabupaten Gianyar

Balapan liar saat ini menjadi salah satu penyakit masyarakat, saat ini menjadi salah satu fokus kepolisian di Kabupaten Gianyar

kompas.com
ilustrasi balap liar 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYARBalapan liar saat ini menjadi salah satu penyakit masyarakat, yang saat ini menjadi salah satu fokus kepolisian di Kabupaten Gianyar, Bali.

Para pembalap tersebut seperti tidak kenal jera.

Setelah pihak kepolisian sempat membubarkan dan mengamankan sembilan kendaraan di Jalan Raya Mas, Kecamatan Ubud, kini balapan liar berpindah ke By Pass Ida Bagus Mantra kawasan Kecamatan Sukawati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, kegiatan balap liar ini sebagian besar merupakan anak remaja dan pemuda tanggung, yang tidak hanya berasal dari Gianyar, tetapi juga luar Gianyar.

Ramalan Zodiak 15 Juni 2020, Banyak Pujian yang Akan Cancer Terima, Libra Berkonsentrasilah

Perhari Keluarkan Dana Rp 3 - 4 Juta, Badung Pastikan Sampah Medis dan Covid-19 Tertangani

Ramalan Zodiak Cinta 15-21 Juni 2020, Gemini Tetaplah Optimis, Ada Kejutan untuk Capricorn

Aktivitas yang mereka lakukan tidak hanya menguji kendaraan yang telah dipreteli.

Namun juga sebagai ajang judian dengan taruhan yang tidak tanggung-tanggung, paling rendah Rp 500 ribu.

Terkadang para pembalap juga mempertaruhkan kendaraan mereka masing-masing.

“Bukan hanya sekadar balapan, tapi ada taruhannya dari Rp 500 ribu, atau bahkan sampai taruhan kendaraan. Tapi biasanya untuk yang taruhannya besar, biasanya lokasinya di By Pass IB Mantra. Sementara biasanya balap liar di By Pass Dharma Giri Gianyar, itu pembalap amatiran yang dipersiapkan untuk di IB Mantra,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Terkait keberadaan aktivitas balap liar di Kecamatan Sukawati, Kapolsek Sukawati, AKP Suryani mengatakan, pihaknya telah mengatensinya.

“Ini sekarang sudah menjadi atensi kami. Kami pantau terus, dan menerjunkan personil di kawasan-kawasan yang rawan dijadikan arena balap liar di Kecamata Sukawati,” ujar AKP Suryadi, Minggu (14/6/2020).

Suryadi mengatakan, para gerombolan penyakit masyarakat tersebut tergolong lihai.

Sebab, ketika pihaknya melakukan pemantauan, kata dia, sama sekali tidak terihat adanya tanda-tanda balapan liar.

Namun ketika luput dari pantauan, maka keesokan harinya aktivitas tersebut menjadi viral di media sosial, dan seolah-olah pihaknya biarkan kegiatan yang membahayakan tersebut.

“Saat kami pantau, tidak pernah ada tanda-tanda akan ada balapan liar. Mereka sepertinya bisa membaca situasi. Tapi kami akan tetap bekerja keras agar bisa mengamankan, dan menertibkan para pembalap liar ini,” ujarnya. (*).

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved