Saat Bepergian, Seberapa Besar Risiko Penularan Infeksi Corona?
Berkaitan dengan penularan Covid-19, berpergian dengan beragam moda transportasi dan tempat tujuannya, memiliki tingkat risiko masing-masing.
TRIBUN-BALI.COM - Di tengah pandemi, bepergian ke luar rumah menghadirkan tantangan tersendiri.
Berkaitan dengan penularan Covid-19, berpergian dengan beragam moda transportasi dan tempat tujuannya, memiliki tingkat risiko masing-masing.
Seorang dokter spesialis paru-paru di Klinik Cleveland, Joseph Khabbaza mengatakan, jalur utama penularan adalah kontak dengan tetesan pernapasan (droplet) yang keluar dari orang yang terinfeksi.
Untuk itu, masker wajah, pembatasan jarak, sering mencuci tangan, hingga disinfeksi menjadi hal-hal wajib yang perlu dilakukan.
Rangkaian langkah tersebut sudah menjadi hal standar, termasuk di sektor perjalanan dan transportasi.
"Setiap industri memiliki intervensi untuk membuat segalanya lebih aman," kata dia, seperti dilansir USA Today.
Detik-detik polisi bubarkan pengunjung kafe di Surabaya untuk cegah corona (Viral WhatsApp)
Khabbaza menjelaskan mengenai risiko-risiko yang dihadapi pada setiap perjalanan, mulai dari perjalanan dengan mobil pribadi, hingga menggunakan pesawat terbang.
• 5 Zodiak Ini Terkenal Suka Membantu Sesama Tanpa Mengharapkan Imbalan, Siapa Saja Mereka ?
• ASN Dinas Pendidikan Gianyar yang Positif Covid-19 Hanya Beraktivitas di Wilayah Sukawati
• Gaji Kurang Bisa Jadi Penyebab Stres, Berikut 5 Cara Mengelola Gaji agar Tidak Minus Saat New Normal
1. Pesawat
Terlepas dari semua tindakan pencegahan yang ada saat ini, Khabazza mengatakan, perjalanan udara memiliki potensi penularan Covid-19 yang paling besar, terkait konfigurasi di dalam kabin.
Begitu berada di dalam kabin, kita cenderung tidak mengetahui siapa saja yang ada di dalam pesawat, dan relatif ada bersama orang-orang yang tidak dikenal.
Meski begitu, terbang dinilai lebih aman dari pada sebelum pandemi, karena adanya sejumlah perubahan yang dilakukan maskapai.
"Mereka telah mengatur perubahan untuk menawarkan keamanan sebisa mereka," kata Khabbaza.
Selain jarak dan sanitasi, masker wajah juga memberi lapisan perlindungan tambahan dari virus.
Kebanyakan penerbangan di AS, misalnya, saat ini mewajibkan semua penumpang menggunakan lapisan semacam itu.
• Telur Infertil Layak Konsumsi, Tapi Cepat Membusuk, Ini Penjelasan Lengkap Ketut Diarmita
• Biar Tidak Rugi, Pahami Cara Berinvestasi Pada Instrumen Investasi Jangka Pendek
• Ini Daftar Judul Film Anak dan Film Nasional yang Ditayangkan Selama Seminggu di TVRI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-new-normal-orang-orang-mulai-kembali-bekerja-di-kantor.jpg)