Menparekraf dan Gubernur Bali Bahas Re-Opening Bali 9 Juli 2020
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, kunjungan kerja ke Bali sejak 16 Juni 2020.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Aloisius H Manggol
Sehingga pada tahap pertama, bisa dilihat apakah semuanya berjalan dengan baik atau tidak. Termasuk tingkat penyebaran Covid-19 nantinya.
“Walaupun secara over all, penyebaran Covid-19 di Bali relatif lebih rendah dibandingkan tempat lain. Tetapi sekali lagi, yang perlu dibangun di Bali adalah kepercayaan publik, atau kepercayaan kepada wisatawan dan calon wisatawan domestik atau internasional,” tegasnya.
Mengingat, marwah bisnis pariwisata adalah kepercayaan.
“Nah setelah itu, baru masuk tahap kedua. Jadi tahap kedua itu, ditentukan apabila tahap satu dilaksanakan dengan berhasil dan baik,” imbuhnya.
Wishnutama berharap pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali, pada saat memasuki tahap satu melakukan dengan sebaik mungkin.
Baik para pelaku maupun masyarakatnya. Sehingga pelaksanaan bisa lancar dan tahap kedua bisa dilakukan lebih cepat. Tentunya dengan dukungan, pemerintah dan seluruh stakeholder termasuk Polda Bali dan jajarannya.
Harapannya, memasuki tahap kedua kepariwisataan bisa bangkit kembali dan akhirnya tahap ketiga wisman bisa welcome ke Bali.
“Jadi dari bandara protokolnya sangat baik, kemudian di ITDC juga bagus termasuk prosedur di rumah makan dan sebagainya,” tambahnya.
Kapolda Bali, Golose, mendukung program Menparekraf.
“Tentunya bersama stakeholder di Bali, kalau dilihat memang persebaran lokal ada. Tetapi jika dibandingkan kecelakaan lalu lintas, tingkat meninggal dunianya mencapai ratusan sampai hari kemarin. Sedangkan Covid-19 hanya 6 orang saja,” sebutnya. (ask)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wishnutama-di-nusa-dua.jpg)