Pemkab Badung Jaga Lingkungan, Giri Prasta Simbolis Tanam Pohon Tabebuya 

Pemkab Badung sangat peduli terhadap lingkungan di tengah pandemi Covid-19 ini terlihat dari dilakukannya penanaman pohon tabebuya di sepanjang tukad

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Bupati Badung secara simbolis menanam pohon tabebuya di tukad mati tengah Legian, Jumat (19/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemkab Badung sangat peduli terhadap lingkungan di tengah pandemi Covid-19 ini terlihat dari dilakukannya penanaman pohon tabebuya di sepanjang tukad mati, khususnya tukad mati tengah di Kelurahan Legian.

Secara simbolis, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan DPRD Badung serta jajaran Pemkab melakukan penanaman 30 pohon tabebuya, Jumat (19/6/2020) pagi.

“Hari ini kita melakukan penanaman di Daerah Aliran Sungai atau DAS Tukad Mati yang ada di Kuta lebih tepatnya lagi yang ada di tengah yakni di Kelurahan Legian. Kami harus menjaga Daerah Aliran Sungai ini dengan baik karena kami ingin harus ada ekosistem yang hidup di sini,” ungkap Bupati Badung Giri Prasta.

Ini Wilayah yang Dapat Mengamati Peristiwa Gerhana Matahari Cincin, Melewati 432 Kota dan Kabupaten

Setelah Gantung Sarung Tinju, Mike Tyson Sempat Berniat Menjadi Pelatih Manny Pacquiao

Total 8,5 Juta Orang di Dunia Terinfeksi, Indonesia Urutan 30, Ini Update Corona Global 19 Juni 2020

Menurutnya karena kita ingin mendapatkan kehidupan di mana-mana. Di Tukad Mati ini pun kebersihan dan ekosistem harus berjalan dengan baik. 

"Kedua kenapa pohon tabebuya yang ditanam kalau kita percaya atau tidak pohon maaf ya sebelumnya di Hindu Bali ada Sabda Bayu Ida berbicara bergerak dan hidup."

"Pohon tabebuya yang jenis pohon kayu tidak sehebat apa yang kita lakukan (manusia), hidup? iya hidup, berbicara dan bergerak kapan? pada saat rebah terkena tiupan angin."

Pendukung Napoli Teror Mental Cristiano Ronaldo Sebelum Laga Coppa Italia, Juventus Keok

Awalnya Hendak Usir Sekawanan Kera, Ternyata Kaki Mawi Injak Ular Piton Seukuran Tiang Listrik

Warganet Ikut Berkomentar Terkait Kecelakaan Akibat Tali Layang-layang, Ini Pantauan Tribun Bali

"Tetapi satu pohon sejuta manfaat kenapa? Contoh burung hinggap, burung bikin sarang, dan pohon ini bisa jadi tempat makan burung, ada bunganya jadi tempat makan tawon dan kupu-kupu."

“Dan ketika kayu ini juga butuh makan apalagi di hutan dia rontokan daunnya semua untuk apa? Untuk pupuk memberikan sebuah kehidupan lagi. Itulah filosofi yang tengah kami lakukan. Saya selaku pribadi tidak mau kalah dong dengan pohon, pohon saja bisa bermanfaat dengan alam kenapa kita tidak bisa bermanfaat terhadap lingkungan dan masyarakat lain. Inilah filsafat yang berkenaan dengan pohon,” tuturnya.

Bahkan kami sudah melakukan penataan penanaman pohon-pohon besar di Kabupaten Badung agar dapat menurunkan suhu udara panas di wilayah kami.

Ke depan, kami juga akan menanam di pinggir pantai itu pohon cemara udang, fungsinya apa yakni untuk keindahan, keasrian dan memperkuat proteksi diri dari pantai itu sendiri yang tidak kita inginkan adanya tsunami.

Update Covid-19 di Bali 18 Juni 2020, 11 Orang Sembuh, Berikut Statistik Masing-masing Kabupaten

Update Covid-19 di Bali 18 Juni 2020, 11 Orang Sembuh, Berikut Statistik Masing-masing Kabupaten

“Kalau pun ada tsunami dapat dihalangi oleh pohon cemara udang itu sendiri. Ini kepercayaan yang harus kami lakukan dan estetika bagaimana hubungan kami dengan konsep Tri Hita Karana yakni hubungan kami dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan. Inilah konsep yang harus kita pedomani untuk melaksanakan kita sebagai umat manusia hidup dalam menjalani kehidupan,” imbuh Giri Prasta.

Siapa yang akan merawat pohon tabebuya ini? Menurutnya tentu akan dilakukan oleh masyakarat yang melakukan pemantauan dan kami berikan delegasi kepada DLHK Kabupaten Badung untuk menjaga kawasan DAS ini.

Masyarakat Legian serta tokoh masyarakat di sini saya rasa sudah amat sangat siap merawatnya dan karena memang ini adalah keinginan dan kebutuhan masyarakat Legian.

“Ke depan kami akan melakukan penataan kabel-kabel lampu penerangan melintang di atas sepanjang DAS ini turun semua dan pohon-pohon lah yang menjulang ke atas. Estetika kita jaga, keindahan kita jaga, keasrian kita jaga, modernisasi ke bawah. Sudah jalan tidak? Sudah jalan,” paparnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved