Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Sikapi Maraknya Transmisi Lokal, Pemprov Dorong Pemkab/Pemkot Se-Bali Lakukan Rapid Test Massal

Pemprov Bali minta pemerintah daerah melaksanakan rapid test secara massal

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Dokumentasi Pemprov Bali
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat menggelar rapat evaluasi ‘Pengendalian Covid-19 pada Cluster Baru’ secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, di Denpasar, Jum'at (19/6/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejak 4 Juni 2020 lalu, penambahan kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Bali mengalami pergeseran.

Awalnya kasus positif Covid-19 di Bali didominasi imported case, namun sejak tanggal tersebut sudah dikalahkan oleh transmisi lokal yang dibawa oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba di Bali.

“Persentase penambahan kasus transmisi lokal sejak saat itu sebesar 63,91 persen, dan semakin hari semakin banyak ditemukan,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat menggelar rapat evaluasi ‘Pengendalian Covid-19 pada Cluster Baru’ secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, di Denpasar, Bali, Jumat (19/6/2020).

Dalam rapat yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Gianyar, serta para gugus tugas dari masing-masing kabupaten/kota tersebut, Sekda Dewa Indra mengatakan penambahan transmisi lokal yang semakin meningkat akhir-akhir ini karena semakin banyak tes dan tracing yang dilakukan pemerintah.

Menyikapi adanya transmisi lokal ini, Sekda Dewa Indra menegaskan pihaknya akan melaksanakan rapid test secara massal dan masif.

“Terutama di klaster-klaster baru tempat transmisi lokal yang semakin banyak ditemukan akhir-akhir ini,” jelas Dewa Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali itu.

Menurutnya, pelaksanaan rapid test secara massal dan masif adalah salah satu cara penanggulangan Covid-19 yang dipandang cukup efektif.

Hal itu dikarenakan bisa mendeteksi para penderita secara dini sehingga bisa segera ditangani.

“Secara prosedur hal ini tentu dibenarkan pemerintah pusat, karena akan semakin banyak masyarakat yang terpapar virus Corona diketahui dan segera mendapat penanganan yang benar,” jelasnya.

Di samping itu, memperbanyak tes juga akan mempercepat berakhirnya pandemi dan hal ini tentu saja akan menemukan semua masyarakat yang terpapar Covid-19.

Rapid test massal akan segera mengakhiri pandemi ini dengan menangani semua masyarakat terpapar,” kata mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu.

Hal ini, tuturnya, juga merupakan upaya pemerintah mempercepat kembalinya kehidupan normal dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini bahwa transmisi lokal banyak terjadi di klaster pasar, Sekda Dewa Indra meminta kabupaten/kota untuk melakukan rapid test massal di pasar.

“Lakukan rapid test, jika memang hasilnya reaktif langsung lakukan swab. Kami dari Pemprov siap mendukung baik rapid test kit maupun tempat karantina,” jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved