Main Layangan Asyik, Tapi Ingat Keselamatan Diri dan Orang Lain. Ini Pesan Pak Polisi

Siapa yang tidak senang bermain layangan? semua senang. Tapi dalam kesenangan itu, harus tetap memperhatikan keselamatan.

Tribun Bali/I Putu Darmendra
Ratusan layangan memenuhi langit dalam Lomba Melayangan di Pantai Masceti, Gianyar, Bali, Sabtu (19/9/2015). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Polres Gianyar memberi atensi terhadap euforia masyarakat dalam bermain layangan. Namun atensi yang diberikan bukan dalam bentuk melarang namun hanya imbauan.

Main layangan saat ini dinilai kegiatan yang cukup menghibur di tengah sulitnya ekonomi dalam pandemi. Namun ada hal penting yang harus diperhatikan. 

Kasat Binmas Polres Gianyar, AKP Gede Endrawan Pande mengatakan, semua anggotanya telah turun langsung ke tempat-tempat orang bermain layangan.

Ia bersama jajarannya memberi penjelasan agar warga bermain layangan di tempat yang aman.

"Kami memberikan penjelasan agar warga tidak bermain layangan dekat jaringan PLN untuk mengindari sengatan listrik serta menghindari bermain layangan di dekat jalan umum untuk mengindari kecelakaan lalu lintas karena leher pengendara terjerat tali," ujarnya, Miunggu (21/6/2020).

Endrawan juga meminta supaya masyarakat tidak bermain layangan saat musim hujan, terutama di kawasan terbuka. Sebab hal tersebut bisa mengakibatkan tersambar petir.

"Siapa yang tidak senang bermain layangan? semua senang. Tapi dalam kesenangan itu, harus tetap memperhatikan keselamatan, baik diri maupun orang lain," ujarnya.

Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana mengatakan pihaknya sudah sejak jauh-jauh hari memberikan atensi terhadap kegiatan bermain layangan.

Satuan Binmas Polres Gianyar dan Bhabinkamtibmas setiap desa juga sudah rutin memberikan sosialisasi agar dalam bermain layangan tidak membahayakan keselamatan.

"Sudah banyak imbauan oleh Sat Binmas Polres Gianyar dan para Bhabinkamtibmas polsek jajaran. Astungkara sejauh ini, kasus akibat layangan bisa kita diminimalisir," ujarnya.

Kecelakaan lalu lintas akibat jeratan tali layangan menjadi perbicangan belakangan. Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, pengendara jatuh akibat lehernya terjerat tali layangan terjadi di kawasan Gianyar Kota, Selasa (2/6/2020).

Untungnya pengendara hanya mengalami luka ringan. Saat itu masyarakat masih menganggap hal biasa. Namun sejak ada korban meninggal di Sesetan, Denpasar, hal ini menjadi atensi.

"Sejak kejadian di Denpasar itu, yang ada pengendara sampai meninggal, kami jadi resah, apalagi banyak layangan diinapkan (layangan) sehingga potensi layangan jatuh dan tali membentang di jalan lebih tinggi. Semoga jadi perhatian masyarakat," ujar Yande Wirata, warga Ubud. 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: I Putu Darmendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved