Ditangkap Saat Mengambil Tempelan Sabu, Akbar dan Rindi Dituntut 7 Tahun Penjara

Ditangkap Saat Mengambil Tempelan Sabu, Akbar dan Rindi Dituntut 7 Tahun Penjara

KOLASE TRIBUN BALI
Ilustrasi sabu-sabu di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- 

DJaksa Penuntut Umum (JPU) melayangkan tuntutan tujuh tahun penjara terhadap M Akbar Mulyadi (35) dan Rindi Agustian (24). Keduanya dituntut karena dinilai menguasai narkotik golongan I jenis sabu-sabu. Demikian disampaikan Jaksa I Gusti Lanang Suyadnyana saat membacakan surat tuntutan di sidang yang digelar virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Diketahui, kedua terdakwa tersebut ditangkap oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar saat mengambil tempelan sabu.

Terhadap tuntutan itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan secara tertulis dan meminta waktu sepekan. "Kami mengajukan pembelaan tertulis. Mohon waktu, Yang Mulia," ucap penasihat hukum kepada majelis hakim. Sehingga majelis hakim menunda sidang dan akan kembali digelar pekan depan.

Sementara itu dalam surat tuntutan Jaksa I Gusti Lanang Suyadnyana menyatakan, bahwa terdakwa Akbar dan Rindi secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan atau menguasai narkotik golongan I bukan tanaman. Kedua terdakwa pun dijerat Pasal 112 (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara masing-masing tujuh tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tegasnya. Selain itu kedua terdakwa juga dituntut membayar pidana denda Rp 800 juta subsidair tiga bulan penjara.

Diungkap dalam dakwaan, bahwa pada hari Kamis, 5 Maret 2020 sekira pukul 00.30 Wita, terdakwa Akbar ditelpon oleh John, menyuruh mengambil 3 paket sabu di Jalan Gunung Salak. Dari 3 paket sabu itu John memerintahkan terdakwa, untuk 1 paket ditempel di seputaran Jalan Mertanadi, Kerobokan. Sisanya 2 paket, diminta digabung dengan 1 paket sabu yang terlebih dahulu terdakwa ambil.

Terdakwa pun meluncur mengambil paket sabu, usai mengambil langsung dibawa ke kosnya. Selanjutnya terdakwa menghubungi terdakwa Rindi untuk diajak bersama menempel dan mengambil bahan. Keduanya pun berangkat menempel sabu, tapi setelah itu ditelpon lagi oleh John untuk mengambil tempelen. Saat akan mengambil tempelan secara bersamaan petugas kepolisian langsung menangkap kedua terdakwa.

Lalu dilakukan penggeledahan dan ditemukan 2 paket sabu siap edar masing-masing seberat 0,22 gram dan 1,85 gram. Penggeledahan berlanjut di kos terdakwa di Jalan Andakasa, Padang Sambian, Denpasar Barat. Kembali ditemukan sepaket sabu dengan berat 0,78 gram. 1 timbangan eletrik, serta barang bukti terkait lainnya. CAN

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved