2 Kapal Induk AL Amerika Berstatus Siaga Tempur Mengarungi Laut China Selatan, Ini Respon Beijing
Tak main-main, AL AS mempersiapkan tiga kapal induknya dengan status siaga tempur untuk melakukan serangan ekspansif
TRIBUN-BALI.COM, TAIPEI -- Kampanye kebebasan navigasi yang selama ini digaungkan Amerika Serikat (AS) di kawasan Laut China Selatan untuk menentang hegemoni China ternyata bukan hanya isapan jempol.
Terkini, Angkatan Laut (AL) telah mengerahkan armada kapal induknya di kawasan Pacifik khususnya di perairan Laut China Selatan.
Tak main-main, AL AS mempersiapkan tiga kapal induknya dengan status siaga tempur untuk melakukan serangan ekspansif dalam sebuah simulasi latihan yang menghubungkan Kapal Induk USS Theodore Roosevelt dan USS Nimitz Carrier Strike Groups.
Lokasi latihan dalam operasi gabungan tersebut pun cukup strategis yakni di dekat Selat Taiwan dan Laut China Selatan.
• Hubungan India-China Memanas, Ahli Ungkap Pemicu Awal Insiden Berdarah di Perbatasan
• Amerika Serikat Patroli Perbatasan China, China Siapkan Rudal Penghancur Kapal Induk
• Jika Amerika dan China Tempur di Laut China Selatan, Ini Dampaknya bagi Indonesia
Dilansir Tribun Bali via Kontan, latihan gabungan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa proyeksi daya kapal perang AS dalam kondisi siap, mampu dan sangat fungsional jika diperlukan untuk meluncurkan operasi tempur terkoordinasi di daerah tersebut.
Melansir The National Interest, Komandan Angkatan Laut merujuk latihan ini sebagai upaya khusus untuk mempertahankan "kesiapan" di wilayah yang sangat rentan dan bertekanan tinggi.
Dia juga mengakui ketegangan yang terjadi antara AS-China saat ini.
"Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk berlatih bersama dalam skenario yang kompleks," jelas Laksamana Muda Doug Verissimo, komandan Carrier Strike Group (CSG) 9, mengatakan dalam laporan Angkatan Laut seperti yang dikutip dari The National Interest.
Dia menambahkan, "Dengan bekerja bersama dalam lingkungan ini, kami meningkatkan keterampilan taktis dan kesiapan kami dalam menghadapi wilayah yang semakin tertekan dan Covid-19."
Menurut pernyataan resmi Angkatan Laut AS, kelompok serangan AS tersebut akan mendukung latihan pertahanan udara, pengawasan laut, pengisian kembali di laut, pelatihan tempur udara defensif, serangan jarak jauh, manuver terkoordinasi dan latihan lainnya.
Meskipun bukan pertama kalinya Angkatan Laut melakukan operasi dual-strike group di Pasifik, manuver ini bukan tanpa tantangan teknis dan strategis.
Namun, serangan multi-carrier berhasil berkat jaringan yang rumit, komando terkontrol dan upaya konflik udara.
Di sisi lain, latihan ini juga memberikan keuntungan besar untuk opsi serangan maritim dengan melipatgandakan daya tembak, potensi pengawasan dan kemampuan senjata.
Operasi ini juga dinilai mampu memperluas kemampuan Angkatan Laut untuk menyerang target darat ke tingkat yang lebih besar, memperpanjang waktu tinggal pencarian target dan memungkinkan serangan multi-platform terkoordinasi.
Tak hanya itu, operasi ini juga bisa meningkatkan serangan rudal perusak dan penjelajah yang diluncurkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/laut-china-selatan-kapal.jpg)