Corona di Bali

Sopir Logistik Gelar Aksi Protes di Ketapang, Begini Sikap Kadishub Bali

Keputusan Gugus Tugas Covid-19 Bali untuk mencabut subsidi biaya rapid test untuk para sopir angkutan logistik masih menuai protes

Surya/Haorrahman
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Keputusan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali untuk mencabut subsidi biaya rapid test untuk para sopir angkutan logistik ternyata masih menuai protes dari kalangan driver yang sering keluar masuk Bali

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta menjelaskan, meskipun ada protes dari sejumlah pihak, namun keputusan untuk menghentikan rapid test gratis bagi orang yang masuk Bali sudah bersifat tetap.

Artinya, keputusan tersebut tak bisa diubah lagi.

"Kalau penghentian rapid test gratis itu sudah tetap. Itu sudah tidak dilakukan lagi, kecuali memang ada yang sakit misalnya suhu panas, dan menunjukkan gejala itu kami tetap rapid, tapi kalau untuk penyeberangan secara normal itu diberlakukan aturan itu sesuai dengan surat edaran dari bapak gubernur dan gugus tugas," kata Samsi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (24/6/2020).

Sambut New Normal, PT. LG Electronics Indonesia Bekali Konsumen dengan Asuransi Covid-19

Tipe-tipe Perselingkuhan Berdasarkan Kadar Emosional

Ramalan Zodiak 25 Juni 2020, Tingkat Energi Virgo Meningkat, Sagitarius Akan Sibuk

Para sopir angkutan logistik yang hendak masuk Bali, disediakan tempat rapid test namun dengan biaya sendiri.

"Itu berlaku 7 hari," kata Samsi

Bagi para sopir angkutan logistik yang hendak keluar masuk Bali, tetap diwajibkan membawa surat keterangan hasil rapid test, namun dengan biaya ditanggung sendiri.

Informasi yang dihimpun, biaya rapid test saat ini mulai dari Rp. 280 sampai Rp. 400 ribu per orang.

Jumlah tersebut dinilai cukup memberatkan sopir

"Iya kalau itu ditanggung perusahaan kami, banyak yang tidak ditanggung, nah yang tidak ditanggung ini yang protes mereka karena kemahalan biayanya," kata salah satu sopir angkutan logistik, AB 

Selasa (23/6/2020) kemarin, beredar sebuah video yang menampilkan adanya keributan di Terminal Sri Tanjung Ketapang, Banyuwangi.

Keributan yang  terjadi pada Senin (22/6/2020) kemarin itu berawal dari adanya Aksi Damai dari para driver angkutan logistik yang masih protes dengan biaya rapid test yang mahal.

Aksi itu kemudian disusupi oleh oknum calo di terminal tersebut yang membuat suasana panas.

Untungnya keributan tersebut telah ditangani aparat kepolisian sehingga tidak berkelanjutan.(*).

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved