Dr Gde Made Swardhana: Soal Premanisme, Jangan Coba-Coba dengan Petrus Golose

Dr Gde Made Swardhana: Soal Premanisme, Jangan Coba-Coba dengan Petrus Golose

Polda Bali
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, pantau situasi lalu lintas lewat udara Sabtu, (21/12/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sejak Kapolda Bali dijabat oleh Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose, sejumlah kelompok preman yang berbalut organisasi masyarakat (ormas) besar di Bali tiarap.

Hal ini pun diakui oleh Kriminolog Universitas Udayana, Dr Gde Made Swardhana. 

Menurut Swardhana, premanisme yang sebelumnya sempat menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Bali benar-benar dibuat mati oleh Petrus Golose

Belakangan, muncul lagi keributan antara Ketut Putra Ismaya dan pentolan Tim Hercules Bali Franky Hercules, menjadi pertanyaan banyak pihak, apa sebetulnya tujuan mereka ribut di masa pandemi covid 19 ini. 

"Kalau melihat perkembangan sekarang mungkin dilihat dalam pandemi covid 19 ini jika masih mereka mau melalukan itu (tindak kriminal), pertanyaan saya adalah, kalau dalam kondisi seperti ini saja mereka masih mau melakukan itu apa yang akan terjadi? siapa yang menjadi korban disitu? siapa dan apa yang disasar mereka?" kata Swardhana

Dengan munculnya Tim Hercules Bali yang ramai diperbincangkan belakamgan ini, Swardhana menilai jika mereka bertindak kriminal di Bali tentu akan diperlakukan sama oleh Kapolda Bali. 

"Kalau mereka melakukan hal premanisme lagi, ini akan berhadapan dengan Kapolda yang bernama Petrus Golose," ujar Swardhana

Sejak Kapolda Bali dijabat oleh Petrus Golose, menurut Swardhana, masyarakat Bali sudah mulai aman dan nyaman dalam menjalankan kehidupan. 

"Itu dulu sudah sering kali, poster-poster di pojok-pojok jalan raya di Bali itu selalu berbicara: Premanisme No, Narkotika, No. Masyarakat kita juga sudah mulai aman nyaman dalam berperikehidupan. Nah kalaupun misalnya muncul hercules, dari dulu sudah muncul itu. Dan itu juga sudah diakui dan sudah mulai diredam oleh Polda Bali. Jadi kalau misalnya sekarang mulai dilakukan lagi mungkin ada bibit bibit baru yang kalau sudah muncul, diketahui saja begini, dimanapun mereka berada itu jangan harap kegiatan semacam ini," katanya

Mengenai adanya Tim Hercules Bali, meskipun  diklaim tidak mengatasnamakan ormas, menurut Swardhana, nama Hercules sudah ada sejak dulu di Bali. Namun ia belum melihat bagaimana sepak terjang Tim Hercules Bali ini. 

Swardhana berpedapat bahwa dulu adanya premanisme berbalut ormas itu kerap kali ada pemerasan, dengan dalih menjaga keamanan. Nah, di saat pandemi covid 19 seperti sekarang ini, apa sebetulnya tujuan adanya ormas lagi di Bali?

"Masalah premanisme, jangan coba-coba dengan Petrus Golose. Perintah beliau tidak hanya di lingkungan Polda, tapi juga di seluruh Polres jajarannya. Jangan coba-coba, gaungnya sudah terkenal di seluruh Indonesia itu," ujar Swardhana

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved