Corona di Bali

Jembatani Hobi Melayangan di Masa Pandemi, Kadek Suprapta Gelar Lomba Layangan Virtual

Kadek mengatakan, tema yang diusung dalam lomba layangan virtual season 2.0 ini adalah celepuk versus kupu-kupu.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Dok. Tribun Bali
Ilustrasi Tahun Lalu Sebelum Pandemi: Lomba layang-layang di Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali Minggu (23/6/2019). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lomba layang-layang virtual kembali diadakan oleh seniman/pegiat layang-layang di Bali untuk menjembatani hobi melayangan pada musim layang-layang tahun 2020 ini di tengah pandemi covid-19.

"Berdasar pandemic dan protokol kesehatan, maklumat Polri, dan guna menjembatani hobby melayangan di musim layang-layang 2020 dengan peniadaan lomba-lomba regular, maka saya berisnisiatif mewadahi dalam sebuah lomba virtual dengan layangan rumahan yang bisa di hias seindah mungkin," kata Inisiator acara Kadek Suprapta Meranggi, kepada Tribun Bali, Kamis (25/6/2020).

Kadek mengatakan, tema yang diusung dalam lomba layangan virtual season 2.0 ini adalah celepuk versus kupu-kupu.

Dengan kategori yang akan dilombakan Celepuk vs Kupi-Kupu, Celepuk lukis, kreasi 1D, 2D dan 3D dan khusus layangan dan tim favorit.

Maluku Utara Akan Miliki Industri Bahan Baku Baterai Mobil Listrik, Jadi yang Pertama di Indonesia

Kasus Positif Covid-19 di Karangasem Lewat Transmisi Lokal Terus Meningkat, Begini Imbauan Kadinkes

4 Perusahaan Startup PHK Karyawannya Karena Pandemi Covid-19

"Celepuk dan Kupu-Kupu adalah layang-layang yang mudah dibuat dan bisa menjadi hasil karya seni yang indah berdasar pewarnaan," ujarnya.

Masyarakat Bali yang ingin mengikuti lomba layang-layang ini dapat mendaftar secara gratis melalui akun instagram @sirahibaliinfo yang dimulai 22 Juni 2020 sampai dengan 5 Juli 2020.

"Seluruh biaya pendaftaran gratis dan acara ini disupport oleh usaha-usaha lokal, tanpa ada tujuan profit oriented secara material. Satu-satunyanya profit yg kami dapatkan adalah index kebahagiaan masyarakat meningkat," jelasnya.

"Pendaftaran secara online ke @sirahbaliinfo dengan mencantumkan data lengkap termasuk nomor handphone dan email guna pengiriman link zoom. Boleh atas nama pribadi maupun team (sekehe) yang maksimum terdiri dari 6 orang dengan 3 layangan celepuk, kupu-kupu, maupun kreasi," imbuhnya

Kegiatan ini rencananya akan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Bali dan Wali Kota Denpasar dari live center di Beach Club Puri Santrian Hotel, Sanur, Denpasar, Bali pada 12 Juli 2020 di mendatang

"Semua peserta menerbangkan layangan dari rumah sendiri atau lingkungan seputar rumah dengan melibatkan maksimum 6 orang. Seluruh peserta akan dibagi menjadi beberapa seri terbang, dan dalam 1 seri akan terdiri dari 20 layang-layang yang tersebar di seluruh wilayah di Bali. Semua akan terbang melalui aba-aba dr zoom yang linknya akan dikirimkan oleh operator lomba dengan net control dari live center," jabarnya.

Lanjut dia, aspek penilaian akan dilihat dari keindahan dan kecocokan dengan tema layang-layang itu.

Keindahan di darat melalui details dan ukuran dengan syarat 2-3 meter, serta video kreatif durasi 1 menit yang akan ditayangkan di akun @sirahbaliinfo guna mendapatkan likes dan views terbanyak.

"Jadi netizen yang akan menentukan siapa top 10, top 5 dan terfavorit," katanya.

Peserta dilarang mengambil tema dengan unsur SARA, pornografi, politik serta organisasi terlarang lainnya serta wajib menggunakan bahan layangan dari kain atau bahan natural lainnya, tidak diperbolehkan menggunakan bahan plastik.

Prakiraan Cuaca Bali 25 Juni 2020: Siang Hari Cerah Berawan, Hujan Ringan di Malam Hari

Siapakah Yang Lebih Sering Berselingkuh, Pria atau Wanita?

9 Drama Korea Tayang Juli 2020, Flower of Evil Paling Dinantikan Kehadirannya

Sementara itu tinggi layangan yang diterbangkan antara 50-100 meter saja.

Seluruh peserta wajib mengenakan masker, physical distancing dan untuk keatraktifan wajib mengenakan pakaian adat madya.

Kadek menambahkan, melalui konsep lomba layangan virtual juga menunjukkan kreatifitas tanpa batas warga Bali tanpa melanggar protokol kesehatan.

"Dan dalam persiapan menghadapi new normal, pelayang-layang bisa menaikan layangan di lingkungan rumah dengann memperhatikan physical distancing serta harus menggunakan masker. Dan seluruh peserta wajib tampil dalam kostum adat ringan dengan atribut kaos team masing-masing," ujar dia.

Melalui lomba layang-layang virtual ini, pihaknya berharap ada perputaran ekonomi kreatif di dalam lingkar masyarakat yang sangat terdampak ekonominya akibat pandemi ini.

Selain itu, dengan terjembatani hobby melayangan maka dapat menurunkan stress level masyarakat dan berpengaruh terhadap imun masyarakat.

"Banyak muncul undagi-undagi layangan baru, tukang warna baik lukis maupun airbrush bermunculan, dari profesi sebagai tukang tattoo sekarang banyak sekali berkecimpung di seni warna layangan celepuk maupun Kupu-Kupu. Dan pastinya hobby terjalani dalam protokol kesehatan," pungkas dia. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved