Berita Bali

UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal

Besaran punia untuk mengikuti upacara yang cukup penting dalam tahapan kehidupan manusia ini diserahkan kepada kerelaan umat.

istimewa/PHDI Denpasar
Ilustrasi - Peserta upacara manusa yadnya. 

TRIBUN-BALI.COM - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar akan menggelar upacara manusa yadnya massal. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kepada umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya.

Adapun upacara yang digelar meliputi menek kelih, pawintenan saraswati dan metatah massal. "Ini digelar sebagai upaya meringankan umat Hindu dalam melaksanakan kewajibannya manusa yadnya kepada anak-anaknya," kata Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Kamis, (28/8).

Ia menambahkan, pelaksanaan manusa yadnya secara massal selain sebagai perwujudkan spirit gotong royong, juga sebagai upaya menepis anggapan bahwa yadnya itu mahal dan ribet. 

Baca juga: 3 Korban Terseret Arus di Pantai Mengening Badung Belum Ditemukan, Tim SAR Baru Temukan 3 HP Korban

Baca juga: CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, Dinobatkan Jadi Tokoh Media Berpengaruh oleh MAW Talk Award

"Dengan semangat bergotong royong, umat dapat mengikuti upacara manusa yadnya ini dengan ringan dan mudah tidak ribet," jelasnya. 

Besaran punia untuk mengikuti upacara yang cukup penting dalam tahapan kehidupan manusia ini diserahkan kepada kerelaan umat.

"Punia yang diberikan sejatinya sebagai wujud bhakti persembahan kepada para leluhur yang turun kepada anak-anak kita sehingga besarannya disesuaikan dengan kemampuan," tegas Made Arka lagi. 

Harapannya terjadi subsidi silang, yang mampu mepunia lebih untuk membantu yang kurang mampu. Selain itu pihaknya juga membuka peran serta masyarakat dan swasta melalui donasi. 

"Panitia juga turut urunan mepunia untuk bergotong royong memberi pelayaan kepada umat," ujar penggemar olahraga beladiri ini.

Ketua Panitia, Gede Himawan berharap kepada peserta agar mengenakan busana sembahyang sederhana berupa pakaian putih kuning madya, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. 

"Pedoman pakaian dibuat sebagai upaya kebersamaan dan kesederhanaan, agar inti pelaksanaan yadnya dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh bhakti," ujar pegiat lingkungan ini.

Segala hal teknis terkait acara akan disampaikan langsung kepada peserta saat teknikal meeting 3 hari sebelum pelaksanaan. 

"Para peserta yang terdaftar juga akan dimasukkan ke dalam grup WA untuk memudahkan koordinasi dan komunikasi," jelasnya. (sup)

Pemuput Terdiri dari 7 Pinandita

Sementara Ketua Panitia, Gede Himawan mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh peserta untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan acara ini.

Adapun pemuput upacara tersebut terdiri dari 7 pinandita yang berasal dari berbagai soroh atau pasemetonan di Bali. Keberadaan mereka akan memberikan nilai sakral dan keberagaman pada acara ini.

"Semua informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi sekretariat panitia. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan dalam menjalankan ibadah dan tradisi keagamaan," jelas Ketua Panitia, Gede Himawan. 

Rencananya manusa yadnya ini akan diselenggarakan di Pura Lokananta Denpasar pada tanggal 27 September 2025. Pihaknya membuka pendaftaran kepada seluruh umat Hindu di Kota Denpasar dan sekitarnya. (sup) 

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved