Kendalikan Peredaran Narkotik Dari Lapas, Kadek Rusdi Dituntut 14 Tahun Penjara

Kendalikan Peredaran Narkotik Dari Lapas, Kadek Rusdi Dituntut 14 Tahun Penjara

Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. Artis film layar lebar Agung Saga ditangkap polisi karena narkoba 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Meski mendekam di dalam balik jeruji besi, I Kadek Rusdi (35) masih leluasa mengendalikan, mengontrol peredaran narkotik jenis sabu.

Atas perbuatannya itu, narapidana (napi) yang masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Karangasem dituntut pidana penjara selama 14 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Demikian disampaikan Jaksa I Putu Sugiawan dalam surat tuntutan di sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (25/6).

Terdakwa asal Gianyar itu masih berstatus terpidana narkotik dan menjalani vonis 8 tahun penjara dari tahun 2018 lalu. Aksi terdakwa berhasil dibongkar oleh BNNP Bali berawal dari penangkapan tiga orang pengedar sabu lainnya.

Yaitu Rika Yuliana alias Riri, Retno Puwaningsih, dan I Gede Darmawan alias Lenong, (ketiganya dalam berkas penuntutan terpisah) di Jalan Cempaka Permai Selatan, Penamparan, Padangsambian, Denpasar Barat pada 11 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 Wita.

Sementara itu, dalam surat tuntutan Jaksa Sugiawan menyatakan, terdakwa telah terbukti bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana narkotik dan prekursor narkotik dengan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli menerima, menjadi perantara jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I bukan tanaman jenis sabu sebanyak 9 plastik klip dengan berat keseluruhan 54,83 gram netto.

Perbuatannya itu telah diatur dan diancam dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan penjara selama 14 tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar subsidair satu tahun penjara," tegas Jaksa Sugiawan di sidang yang dipimpin Hakim Ketua I Ketut Kimiarsa.

Pula dalam tuntutannya, Jaksa Sugiawan mempertimbangan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan disebutkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan peredaran Narkotik, dan terdakwa sedang menjalani hukuman di Lapas Karangasem karena kasus yang sama. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan mengakui terus terang perbuatannya.

Menanggapi tuntutan dari jaksa itu, terdakwa yang didampingi tim penasehat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan tertulis. "Mohon waktunya, Yang Mulia. Setelah mendengar tuntutan jaksa, kami akan mengajukan pledoi secara tertulis "kata Bambang Purwanto selaku anggota penasehat hukum terdakwa. Sidang pun akan kembali dilanjutkan pada Kamis (2/7) mendatang.

Diungkap dalam surat dakwaan, sehari sebelum ditangkap petugas BNNP Bali, tanggal 10 Januari 2020, terdakwa menghubungi Rika Yuliana alias Riri via telpon seluler mengatakan bahwa I Gede Agus Edi Mahayana (terdakwa berkas terpisah) akan datang membawa paket sabu ke kos. Terdakwa juga menyuruh Rika dan Retno Puwaningsih untuk memecah paket sabu tersebut untuk kemudian ditempel lagi.

Keesokan harinya, pada tanggal 11 Januari 2020 sekitar pukul 12.30 Wita, terdakwa kembali menghubungi Rika bahwa I Gede Darmawan alias Lenong akan datang untuk mengambil paket sabu tersebut. Lalu, Rika dan Retno kemudian menyerahkan 13 paket sabu kepada Lenong. Selanjutnya, atas perintah dari terdakwa, Lenong menempel paket sabu tersebut di Jalan Kebo Iwa dan Jalan Beranban, Seminyak, Kuta.

Berselang beberapa jam kemudian, terdakwa kembali menghubungi Rika dengan mengatakan Edi Mahayana akan datang ke kos untuk mengambil sabu. Setelah Rika dan Retno menyerahkan sabu kepada Edi Mahayana tiba-tiba datang petugas BNNP Bali dan langsung mengamankan ketiganya. Tak lama kemudian, Lenong juga datang ke kos tersebut sehingga ikut diamankan.

Bersamaan dengan penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan beberapa barak bukti berupa 9 paket sabu seberat
54,83 gram netto dari dalam kamar kos Rika dan Retno. Sedangkan dari tangan Edi Mahayana ditemukan 11 paket sabu seberat 2,64 gram netto. CAN

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved