Corona di Bali

Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Sanjiwani Penuh, Rencana Tambah 20 Bed

RSUD Sanjiwani yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Gianyar, hanya memiliki 15 bed, dan saat ini telah penuh

shutterstock
Ilustrasi virus corona covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Selama ini ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit-rumah sakit rujukan pasien Covid-19 menjadi perhatian serius para tenaga kesehatan.

Sebab, semua rumah sakit memiliki ruang isolasi yang terbatas.

Bahkan secara keseluruhan di Bali, jumlahnya tidak sampai 300 bed.

RSUD Sanjiwani yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Gianyar, hanya memiliki 15 bed, dan saat ini telah penuh.

Karena hal tersebut, tidak sedikit pasien-pasien positif Covid-19 di Gianyar, terutama pasien berstatus orang tanpa gejala (OTG) saat ini dirawat di tempat karantina.

Satgas Covid-19 Gianyar saat ini tengah berupaya mencari tempat karantina untuk pasien positif berstatus OTG.

Sementara untuk pasien bergejala, Gianyar hanya berharap mendapatkan tempat di rumah sakit rujukan di luar Gianyar.

“Ruangan poli Covid-19 RSUD Sanjiwani saat ini sudah penuh. Sesuai arahan bapak bupati, pada prinsipnya beliau akan menambah ruangan untuk merawat pasien Covid-19. Beliau memerintahkan Dinas Kesehatan dan RSUD Sanjiwani membuat kajian secepatnya. Masih diusahakan tempat perawatannya,” ujar Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Kamis (25/6/2020).

Wisnu mengatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya agar secepatnya bisa menyediakan tempat isolasi, mengingat pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan, sejalan dengan gencarnya pelaksanaan tracing kontak, pelaksanaan rapid test dan swab test pada masyarakat yang memiliki riwayat kontak erat maupun gejala.

“Total kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Gianyar nyaris tembus angka 100. Berdasarkan per Kamis (25/6/2020) pagi, jumlah kasus positif sebanyak 98 orang. Dari jumlah itu, 50 orang di antaranya berhasil sembuh, 1 meninggal dan 47 masih menjalani perawatan. Dari total kumulatif tersebut, 10 diantaranya merupakan kasus baru. Tambahan kasus baru ini dialami mulai dari kalangan perajin, pedagang, anak-anak hingga karyawan toko bangunan. Seluruhnya terpapar karena transmisi lokal, punya riwayat kontak dengan pasien yang terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Wisnu. 

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved