Got Meluap, Dinas PUPR Dapati Sumbatan Sampah di Jalan Gunung Salak Denpasar
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar, Dayu Tri Suci menjelaskan air yang menggenangi Jalan Gunung Salak
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar, Dayu Tri Suci menjelaskan air yang menggenangi Jalan Gunung Salak, Kota Denpasar, Bali, Jumat (26/6/2020) pagi ini disebabkan oleh adanya sumbatan sampah.
"Permasalahan air meluap di Jalan Gunung Salak akibat adanya sumbatan sampah kiriman dari perbatasan atau hulu yang masuk ke saluran kawasan tersebut," kata Dayu kepada Tribun Bali siang ini.
Setelah mendapat laporan dari masyarakat pihaknya langsung melakukan atensi di lokasi untuk memastikan penyebab dari meluapnya air di jalanan tersebut dan didapati dadanya sumbatan sampah pada saluran.
• Tingkatkan Sinergi, Angkasa Pura I Sediakan Galeri UMKM di Bandara
• Jokowi ke Banyuwangi Bawa Pesan New Normal Wisata Wajib Diiringi Protokol Ketat
• Distan Pangan Bali Kampanyekan Pangan Lokal Pengganti Beras
Pihaknya terus berupaya dengan mengadakan sosialisasi kepada aparat desa agar masyarakat tidak membuang sampah di sembarang tempat sesuai dengan Perda No 1 th 2015 tentang Ketertiban Umum.
"Kawasan ini adalah daerah perbatasan di mana sampah yang datang dari hulu sudah kami upayakan dengan pemasangan jaring, di mana jaring tersebut juga berfungsi agar sampah tidak masuk ke saluran. Namun jaring tersebut diambil sehingga menyulitkan petugas lapangan untuk membersihkan," kata dia.
Seperti diberitakan, Jalan Gunung Salak, Kota Denpasar, Bali, digenangi air yang meluap dari saluran atau got yang berada di kawasan tersebut, Jumat (26/6/2020) pagi ini.
Kondisi ini dirasa dapat membahayakan pengguna jalan. Seperti yang disampaikan Aditya Sedana, pesepeda yang sedang melintasi kawasan tersebut.
• Pemkot Denpasar Sebut Habiskan Rp 100 M Lebih untuk Covid-19, Insentif Satgas Rp 600 Ribu Per Orang
• Hasil Kerja Satgas Gotong Royong Desa Adat Sayan Gianyar Berbuah Manis
• Ini Penjelasan Lengkap Bupati Bangli Terkait Pro Kontra Penerapan Suket Rapid Test NR ke Kintamani
"Saya tadi gowes (bersepeda,-red) dari Padangsambian Klod ke daerah sana tujuan ke Petitenget jam 6 pagi jalanan sudah banjir dan saya pulang gowes sekitar jam 8 air masih menggenangi jalan, bisa bahaya kan bagi pengguna jalan kalau tidak berhati-hati, airnya juga kan kotor," tutur Aditya Sedana kepada Tribun Bali.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Denpasar, Dayu Tri Suci saat dikonfirmasi mengatakan segera melakukan atensi di lapangan.
"Setelah mendapat laporan dari warga ini kami segera atensi di lapangan," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/atensi-dari-petugas-dpupr-kota-denpasar-menangani-air-got-meluap.jpg)