Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kapolda Bali Golose: Saya Tidak Ingin Ada Lagi Premanisme di Pulau Ini

Jenderal Bintang Dua yang pernah melumpuhkan teroris kelas kakap Dr Azahari ini pun menjamin tidak akan ada lagi premanisme di Pulau Dewata.

Tayang:
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Eviera Paramita Sandi
Polda Bali
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, saat memanantau situasi lalu lintas lewat udara Sabtu, (21/12/2019). 

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimum Polda Bali sudah memanggil Wayan Suyasa untuk dimintai keterangan terkait dirinya sebagai dewan penasehat/pembina Tim Hercules Bali, Minggu (14/6/2020).

“Iya benar, sudah dimintai keterangan terkait video viral di media sosial,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Syamsi, sebagaimana dikutip pada laman web Divisi Humas Polri humas.polri.go.id.

Setelah dipanggil Polda Bali, Wayan Suyasa juga dipanggil DPD Partai Golkar Bali terkait kabar penunjukan dirinya sebagai dewan penasehat/pembina Tim Hercules Bali.

Wayan Suyasa mengatakan saat itu dirinya menerima Frangky Hercules sebagai sahabat lama.

Menurut dia, sebagai wakil rakyat dirinya harus menerima seluruh elemen masyarakat tanpa kecuali.

Pun mengenai penganugerahan posisi sebagai penasehat/pembina Tim Hercules Bali, Suyasa mengaku dirinya tidak bisa menolak itikad baik dari Tim Hercules Bali.

Ia pun menyatakan posisi sebagai pembina Tim Hercules Bali tersebut dalam posisi informal.

"Saya diberikan penasihat secara informal, karena ormas atau lembaga apapun kan ada aturan, ada AD/ART, ini kan belum," katanya seusai dipanggil Ketua DPD I Golkar Bali.

Sebagai kader Golkar, ia pun menegaskan siap menjalankan intruksi dan perintah partai, termasuk dengan tidak menjadi pembina Tim Hercules Bali.

Kawal Komitmen Kapolda Kombes Dodi menambahkan, Kapolda Bali memiliki komitmen yang tegas dengan premanisme dan narkoba, Dodi pun menyatakan siap mengawal komitmen tersebut.

"Dalam kebijakan bapak kapolda jelas perintahnya, yang pertama adalah street crime atau kejahatan jalanan.

Apapun modus operandi ini tidak ada ruang untuk mereka menjalankan aksinya.

Dengan menggunakan kekerasan, ancaman, menzolimi saudara sendiri, ini juga bagian dari tanggungjawab kami untuk aktif memonitor, mengidentifikasi dan memberikan tindakan tegas dan terukur," kata
pria yang baru resmi menjabat Direkskrimum Polda Bali sejak 4 Juni lalu itu.

Dengan tegas, Dodi mengatakan siapapun yang mengatasnamakan kelompok, ormas atau tim, jika berbuat kriminal di Bali akan ditindak tegas oleh Polda Bali.

"Siapapun itu, apapun bentuknya, jika mereka melakukan tindak pidana dan terbukti maka kami akan tindak tegas," Mantan Diresnarkoba Polda Sulteng ini menjelaskan, saat ini masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Bali menghadapi situasi yang sangat dinamis.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved