Selamatkan Pantai dari Abrasi, DLH Gianyar Gencarkan Tanam Ribuan Pohon
Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, sejak sebulan lalu gencar melakukan penanaman pohon.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Pantai selama ini diidentikan sebagai lokasi panas.
Karena kesan tersebutlah, selama ini sangat jarang ada daerah yang menata pantainya.
Padahal pantai yang banyak pohon perindang atau terdapat tempat berteduh di pesisirnya, bisa menjadi daya lain, selain untuk berenang.
Namun ternyata tidak semua daerah menyepelekan pantai.
• Hasil Kerja Satgas Gotong Royong Desa Adat Sayan Gianyar Berbuah Manis
• Ini Penjelasan Lengkap Bupati Bangli Terkait Pro Kontra Penerapan Suket Rapid Test NR ke Kintamani
• Kapolda Bali Golose: Saya Tidak Ingin Ada Lagi Premanisme di Pulau Ini
Satu diantaranya adalah Kabupaten Gianyar, Bali.
Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, Pemkab Gianyar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, sejak sebulan lalu gencar melakukan penanaman pohon.
Bahkan kini mereka telah menyiapkan ribuan pohon perindang yang akan ditanam di pesisir pantai sepanjang 15,4 kilometer (km).
Dari pantai paling ujung timur Gianyar yakni Pantai Siut hingga pantai paling barat yaitu Pantai Ketewel Sukawati.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengatakan, gerakan menanam pohon di pesisir pantai ini bukan hanya untuk menciptakan eksotismes pantai.
Tetapi lebih dari itu, didasari urgensi kebutuhan penyelamatan pantai dari degradasi ekosistem pantai.
Antara lain, abrasi fisik pantai akibat gelombang pasang dan banjir muara karena hujan deras di kawasan hulu.
Selain itu, kerusakan sumber daya hayati terutama tumbuhan pantai yang punah, baik karena abrasi, eksplorasi wilayah pantai dan sejenisnya.
Program ini juga bertujuan untuk meningkatkann fungsi hayati pantai dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam.
Karena pantai umumnya rata-rata panas sehingga perlu keseimbangan dengan kelembaban dari dedaunan.
"Meskipun dalam bentuk gerakan, kegiatan ini wajib mentaati protokol kesehatan. Setiap peserta wajib pakai masker, dan menjaga jarak mininal 1,5 meter,” ujar Kujus.
Dia menilai gerakan ini tepat dilakukan pertengahan tahun ini, karena Kabupaten Gianyar, terutama di wilayah pesisir sedang dalam kondisi tadah hujan sedang.
Penanaman pohon kurang berhasil baik saat kemarau puncak atau musim hujan lebat.
Karena rata-rata pohon tidak kuat jika dalam kondisi over water (kelebihan air).
Kondisi ini sangat berbeda jika dibandingkan di Bali utara yang mulai jarang hujan.
“Penanaman pohon di sepanjang pantai dilakukan sejak 14 Juni 2020 di Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati dengan tanaman 350 pohon. Dilanjutkan Jumat ini di Pantai Pering dengan 50 pohon. Penanaman akan dilanjutkan hingga akhir tahun ini," ujar Kujus
"Setiap titik pantai lokasi gerakan ini melibatkan pemuda di pantai setempat, aparat desa, dan insan peduli lingkungan, termasuk nelayan. Jenis pohon yang ditanam dipilh pohon-pohon yang tahan dengan iklim pantai, seperti pohon cemara laut, camplung dan ketapang, dan yang lainnya,” lanjutnya.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wayan-kujus-pawitra-bersama-masyarakat-menanam-pohon-di-pesisir-pantai.jpg)