Corona di Bali

Diskusi Kebijakan Literasi di Tengah Pandemi, Komunitas Literasi Masih Bergerak Sendiri-sendiri

Bali Muda Foundation bekerjasama dengan Balai Bahasa Bali mengadakan diskusi kebijakan literasi di tengah pandemi

Dok Panitia Diskusi
Pelaksanaan diskusi Kebijakan Literasi di Tengah Pandemi Covid-19 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Bali Muda Foundation bekerjasama dengan Balai Bahasa Bali mengadakan diskusi kebijakan literasi di tengah pandemi pada Jumat (26/6/2020).

Diskusi ini mengundang pegiat literasi serta komunitas-komunitas yang bergerak pada bidang literasi di Bali.

Ada 38 peserta diantaranya Komunitas Mahima, Gerakan Perpustakaan Anak Nusantara, GPAN Bali, Forum Lingkar Pena Bali, Yayasan Bhakti Laksana, Komunitas Desa Belajar Bangli, Laskar Pesisir, Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali, Guru Berkarya, Komunitas Kanaditya, Komunitas Winapsari Gulinten dan beberapa komunitas lainnya.

Diskusi ini dilakukan melalui daring dengan pemaparan kebijakan dari Kepala Balai Bahasa Bali, Toha Machsum.

Beauty Vlogger Tasya Farasya Melahirkan Anak Pertama

Ramalan Zodiak 27 Juni 2020, Taurus Akan Memiliki Hari Bijaksana, Scorpio Beristirahatlah

Ada Harapan Hidup Bahagia? Ini Peruntungan Lahir Sabtu Wage Dukut

Kepala Balai Bahasa Bali, Toha Machsum mengatakan, beberapa hal yang dilakukan untuk meningkatkan geliat literasi di Bali yakni penyediaan bahan bacaan literasi.

Juga bimtek fasilitator literasi, pelaksanaan pembelajaran literasi, dan Festival Literasi.

"Dalam pelaksanaannya, komunitas atau pegiat literasi dapat menyampaikan saran dan masukannya serta turut terlibat di dalamnya," katanya.

Setiap peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran dalam peningkatan geliat literasi in.

Salah seorang peserta, Gayatri yang merupakan salah satu dosen di Universitas Ngurah Rai mengungkapkan, pentingnya dilaksanakan sosialisasi-sosialisasi dalam setiap kegiatan Balai Bahasa Bali.

Peserta lain, I Gede Artika menyambut baik forum diskusi yang diinisiasi oleh Bali Muda Foundation.

Menurutnya langkah ini dapat dijadikan pijakan awal untuk menyatukan gerakan literasi di Bali.

Menurut Project Manager Bali Muda Foundation Donnie Weda Dharmawan diskusi ini merupakan langkah awal untuk Bali Muda Foundation menghubungkan setiap komunitas dan pegiat literasi di Bali agar bersatu untuk memberikan dampak.

Menurutnya, selama ini komunitas-komunitas literasi ini bergerak masing-masing dan belum terhubung satu sama lain.

"Ke depannya akan dirancang program kolaborasi yang melibatkan setiap komunitas untuk terlibat tentunya dengan dukungan dari Balai Bahasa Bali," katanya. (*).

Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved