Suket Rapid Test, Turunkan Kunjungan Wisatawan ke Kintamani Hingga 50 Persen
Pantauan pada Minggu (28/6/2020), beberapa titik lalu lintas di wilayah Kintamani terlihat lebih lengang dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Bambang Wiyono
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kebijakan wajib membawa surat keterangan non-reaktif (Suket NR) bagi pengunjung di Kintamani telah diterapkan mulai Sabtu (27/6/2020).
Tak sedikit pengunjung yang akhirnya dipulangkan lantaran tak membawa Suket NR.
Pantauan Tribun Bali, Minggu (28/6/2020), beberapa titik lalu lintas di wilayah Kintamani terlihat lebih lengang dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
Seperti di jalur Penelokan, Kedisan, Toya Bungkah, maupun jalur menuju Pura Pasar Agung.
Kendati demikian, pada beberapa Daya Tarik Wisata seperti anjungan Penelokan maupun Geosite Tumuli, masih tampak pengunjung melakukan swafoto.
Begitupun pada beberapa coffee shop serta restoran juga masih ramai dikunjungi.
Kadis Satpol PP dan Damkar, Dewa Agung Suryadarma menerangkan, hari pertama kebijakan bawa Suket NR diterapkan pada tiga pintu masuk.
Antara lain Jalur Sekardadi, Jalur Sekaan, serta jalur pintu masuk dari Buleleng.
“Pada hari pertama terdapat puluhan mobil yang kami kembalikan karena tidak membawa surat rapid. Meski demikian, kami masih tetap memberikan toleransi bagi warga lokal yang memang bertujuan untuk membawa barang ke Pasar Kintamani, maupun hanya melintas untuk menuju ke Singaraja. Jadi kami fokuskan pada mereka yang berniat untuk rekreasi,” katanya.
Pada hari kedua, lanjut Suryadarma, penjagaan dilakukan dengan menambah ke beberapa titik.
Seperti jalur masuk melalui Desa Suter, Kintamani; Jalur Toya Bungkah; dan Jalur Kedisan.
“Karena pada hari pertama sudah dilakukan penjagaan, pada hari kedua kondisinya lebih lengang. Pada hari kedua lebih banyak club-club pesepeda. Sehingga kami berikan pembinaan, agar mereka tidak bergerombol di pinggir jalan,” ucapnya.
Suryadarma menambahkan, dalam dua hari penerapan, kunjungan wisata ke Kintamani mengalami penurunan hingga 50 persen dibandingkan pada pekan sebelumnya.
“Kami tetap melakukan penjagaan setiap hari hingga pariwisata dibuka secara resmi. Sesuai rencana setelah dua hari (penerapan Suket NR) ini, kemungkinan besok akan dilakukan rapat evaluasi,” tandasnya.
Tambah 12 Positif
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kintamani-lengang.jpg)