Dapat Banyak Dukungan Perusahaan Besar, Kampanye Boikot Iklan Facebook Segera Mendunia

Kampanye boikot iklan Facebook Inc yang telah memperoleh dukungan dari banyak perusahaan besar, semakin berkembang pesat.

Tribun Jatim
Ilustrasi Facebook. 

TRIBUN-BALI.COM - Facebook kini tengah menghadapi tantangan pelik.

Kampanye boikot iklan Facebook Inc yang telah memperoleh dukungan dari banyak perusahaan besar, semakin berkembang pesat.

Bahkan sekarang, pihak penyelenggara tengah bersiap untuk mengambil langkah-langkah pertempuran global demi meningkatkan tekanan pada perusahaan media sosial itu untuk menghapus pidato kebencian.

Melansir Reuters, kampanye "Stop Hate for Profit" akan mulai menyerukan perusahaan-perusahaan besar di Eropa untuk bergabung dengan boikot.

Kolam Renang dan Pusat Kebugaran Diizinkan Buka Lagi saat Masa New Normal, Tapi Begini Aturannya

Virus Corona di Dunia Tembus 10 Juta Kasus, Lonjakan Kasus Baru Terjadi di Amerika dan India

Ramalan Zodiak 28 Juni-4 Juli 2020, Libra Harus Lebih Ekspresif, Bagaimana dengan Zodiakmu ?

Hal itu diungkapkan oleh Jim Steyer, kepala eksekutif Common Sense Media, dalam sebuah wawancara dengan Reuters pada hari Sabtu.

Sejak kampanye diluncurkan pada awal bulan ini, lebih dari 160 perusahaan, termasuk Verizon Communications dan Unilever Plc, telah menandatangani kesepakatan untuk berhenti membeli iklan di platform media sosial terbesar di dunia untuk bulan Juli.

Free Press dan Common Sense, bersama dengan kelompok hak-hak sipil Color of Change dan Anti-Defamation League, meluncurkan kampanye setelah kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang dibunuh oleh polisi Minneapolis.

"Perbatasan berikutnya adalah tekanan global," kata Steyer.

Dia menambahkan, harapan kampanye ini adalah untuk memberanikan regulator di Eropa dalam mengambil sikap lebih keras untuk Facebook.

Asal tahu saja, Komisi Eropa pada bulan Juni mengumumkan pedoman baru untuk perusahaan teknologi, termasuk Facebook, untuk menyerahkan laporan bulanan tentang bagaimana mereka menangani kesalahan informasi virus corona.

Halaman
123
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved