Corona di Bali

Salah Paham Dengan Aturan New Normal di Kota Denpasar, Ini Cerita GTPP Covid-19

Gugus Tugas melihat, walaupun sudah menggunakan masker, namun kebanyakan mengabaikan kerumunan.

Dokumentasi Pemprov Bali
Foto: Tim Gabungan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi Bali menyambangi Pasar Ketapian di Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur, Kota Denpasar, Sabtu (27/6/2020) pagi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak warga yang salah kaprah dengan wacana new normal, sehingga sudah banyak warga yang mulai melakukan aktivitas di luar rumah seperti berolahraga, hingga membuat acara pesta-pesta tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Hal itu diungkapkan pihak pemkot Denpasar. 

“Kan new normal itu bukan seperti dulu saat sebelum ada pandemi Covid-19 ini. Tapi banyak yang menganggap new normal itu dianggap sudah normal. Walaupun sudah melakukan aktivitas, namun tetap protokol kesehatan harus diperhatikan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat ditemui di ruangannya, Selasa (30/6/2020) siang.

Gugus Tugas melihat, walaupun sudah menggunakan masker, namun kebanyakan mengabaikan kerumunan.

Padahal saat ini, kasus Covid-19 di Kota Denpasar masih tinggi dan kebanyakan transmisi lokal.

“Karena kita ketahui juga di kerumunan berpotensi besar terjadinya penularan jika kontak langsung dalam jarak yang dekat dengan orang lain. Ketika ada kegiatan dan melibatkan banyak orang, itu berpotensi besar sebagai tempat penyebaran Covid-19. Karena itu kami menyebut dengan adaptasi kebiasaan baru,” katanya.

Apalagi dalam kerumunan tak bisa dideteksi satu persatu siapa yang terpapar Covid-19 ataupun yang sehat, mengingat ada beberapa yang dinyaratakan positif walaupun dalam keadaan sehat.

Pihaknya khawatir, jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan ini akan menimbulkan gelombang baru kasus Covid-19.

“Walaupun ada kebijakan pelonggaran dengan memberikan masyarakat beraktivitas di luar rumah karena mungkin jenuh, tapi jangan sampai protokol kesehatan ini diabaikan,” katanya.

Pihaknya mengaku akan terus melakukan pemantauan terkait hal ini.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved