Sponsored Content
Desa Adat Ketewel Gianyar Salurkan Bantuan Tahap II
Desa Adat Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, menyalurkan bantuan sembako tahap II, Rabu (1/7/2020) pagi
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Desa Adat Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, menyalurkan bantuan sembako tahap II, Rabu (1/7/2020) pagi.
Batuan tersebut diberikan pada 1.522 kepala keluarga di 11 banjar di wilayah Desa Adat tersebut.
Sumber bantuan ini berasal dari tiga usaha yang dikelola Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Ketewel.
Bendesa Ketewel, I Wayan Ari Sutama mengatakan, pasca pandemi Covid-19, sebagian besar masyarakatnya mengalami kesulitan ekonomi lantaran kehilangan pekerjaan.
• Syarat Beroperasi di Masa New Normal, Karyawan Pariwisata di Bali Wajib Rapid Test Mandiri
• PHRI Gianyar Berharap Ada Subsidi Rapid Test
• 6 Hal yang Perlu Diketahui untuk Daftar PPDB Jalur Prestasi Jenjang SMP, SMA, dan SMK di Jakarta
Selama ini, masyarakat setempat bekerja di bidang pariwisata, kerajinan ukir, undagi dan berdagang di pasar seni.
Saat ini semua usaha tersebut tengah redup.
Sebagai wujud kepedulian desa adat, krama pun diguyur bantuan sembako.
Total bantuan beras yang diberikan kali ini sebanyak 15,5 ton, dengan total anggaran sekitar Rp 200 juta.
“Bantuan kali ini adalah tahap dua, tahap pertama sudah kita salurkan pada 17 April lalu. Bantuan tiap KK kali ini berupa 10 kilogram beras dan satu liter minyak goreng. Momen pembagian sembako ini juga berbarengan dengan ulang tahun LPD Ketewel ke 29,” ujar Sutama.
Menurut Sutama, selama ini bantuan sembako untuk krama Desa Adat Ketewel tidak hanya diberikan oleh Desa Adat.
Bantuan juga diberikan oleh banjar adatnya masing-masing.
Bahkan ada banjar yang sudah menyalurkan bantuan untuk kramanya sebanyak tiga kali.
“Untuk bantuan dari desa adat, dananya bersumber dari tiga usaha yang dikelola LPD Ketewel, seperti Pasar Tadisional Timbul, Bank Sampah dan Pengelolaan Sampah. Sementara bantuan yang dilakukan masing-masing banjar pada krama, selama ini menggunakan dana yang dikelola koperasi banjar,” ungkapnya.
Terkait apakah akan ada bantuan lanjutan ?, Sutama mengatakan, hal tersebut tergantung kondisi pandemi.
Namun pihaknya berharap, pandemi ini bisa secepatnya berakhir.
“Kita melihat situasi, kalau situasi tetap seperti ini, akan ada bantuan lanjutan. Tapi kita berharap situasi segera normal kembali,” harapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/desa-adat-ketewel-menyalurkan-bantuan-sembako-tahap-ii.jpg)