Klungkung Dapat Kuota 4000 Penerima Stimulus UMKM

Pemkab Klungkung mendapat kuota 4000 penerima stimulus UMKM. Jumlah ini lebih sedikit dari usulan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Klungkung

Istimewa
Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan I Wayah Ardiasa 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung mendapat kuota 4000 penerima stimulus UMKM.

Jumlah ini lebih sedikit dari usulan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Klungkung yang mencapai 6000 kuota.

Kadis Koperasi, UMKM dan perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa menjelaskan, hasil pendataan pihaknya mengusulkan lebih dari 6000 UMKM di Klungkung, Bali, untuk menerima bantuan stimulus usaha.

Hanya saja setelah dilakukan verifikasi oleh Pemerintah Provinsi Bali, Klungkung hanya menerima kuota 4000 penerima.

Kodam IX/Udayana Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Bibit Padi Jajar Legowo

Seorang ASN di Bangli Terkonfirmasi Positif Covid-19

7 Zodiak Ini Dikenal Bijaksana dan Cerdas, Apakah Zodiakmu Termasuk ?

"Sepenuhnya itu kewenangan Pemerintah Provinsi Bali, jadi tidak semua usulan dari Desa itu akan menerima bantuan stimulus UMKM ini," jelas Ardiasa.

Meskipun sudah menerima kepastian terkait kuota, namun Ardiasa belum mendapat informasi lebih lanjut kapan bantuan dari Provinsi Bali itu akan disalurkan ke masyarakat.

Sementara jika tidak menerima bantuan stimulus UMKM ini, warga melalui desa nantinya bisa mengalihkan ke bantuan lainnya seperti misalnya bantuan langsung tunai APBD Klungkung.

"Jadi bagi yang tidak mendapatkan bantuan ini, bisa dialihkan menerima lainnya seperti misalnya kartu prakerja maupun BLT Kabupaten. Yang pasti nanti tidak ada penerima bantuan ganda," jelasnya.

Bantuan stimulus usaha diberikan ke pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

Nominal bantuan itu sebesar Rp 600.000 ke setiap pelaku usaha, selama tiga bulan.

"Ini kan hanya stimulus, jadi sifatnya mungkin bisa membantu UMKM yang sedang lesu," jelas Ardiasa.

Meski terdampak Covid-19, menurut Ardiasa saat ini UMKM lebih kreatif.

Pelaku UMKM mulai marak mengembangkan pemasaran produknya via online dengan berbagai vitur dan konten menarik.

"Memang dari segi penjualan, semua UMKM mengalami penurunan omzet. Tapi mereka harus berpikir kreatif agar setidaknya bisa terus bertahan. Fenomenanya sekarang produk itu banyak dipasarkan secara online," jelasnya. (*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved