Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Seorang ASN di Bangli Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kabupaten Bangli kembali mengalami penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak tiga orang.

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Humas Satgas Penaggulangan Covid-19 Bangli I Wayan Dirgayusa 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kabupaten Bangli kembali mengalami penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak tiga orang.

Satu diantaranya diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Bangli.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa ketika dkonfirmasi Selasa (30/6/2020) membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, satu orang ASN itu berasal dari wilayah Desa Kayubihi, Bangli, Bali.

Gotong Royong dan Disiplin Menjadi Tantangan Dalam Kegiatan TMMD ke-108 Kodam IX/Udayana

7 Zodiak Ini Dikenal Bijaksana dan Cerdas, Apakah Zodiakmu Termasuk ?

Tensi Tinggi Warnai Rapat Komisi VII, Dirut PT Inalum Diusir oleh Anggota DPR Ini Hingga Gebrak Meja

“Yang bersangkutan sempat sakit dengan gejala batuk, pilek serta dirawat di RSU Bangli pada tanggal 27 Juni. Berdasarkan hasil rapid test dan swab yang dilakukan oleh pihak RSU, diketahui yang bersangkutan positif Covid-19. Saat ini yang bersangkutan masih dalam perawatan di RSU Bangli,” ucapnya.

Terhadap kasus tersebut, tim kesehatan telah melakukan tracing kontak erat di wilayah Desa Kayubihi.

Dari 17 orang yang dilakukan rapid test, seluruhnya dinyatakan non reaktif.

Kendati telah dilaksanakan tracing kontak erat, Dirgayusa yang merupakan mantan Camat Kintamani itu mengaku pihaknya belum mengetahui secara pasti, dari mana ASN tersebut terpapar Covid-19.

Ia mengatakan, ada kemungkinan bahwa ASN tersebut terpapar Covid-19 dari Pasar.

Sebab selain sebagai ASN, pria 54 tahun itu juga diketahui sebagai pedagang yang sering mengambil barang dagangan di Pasar Kidul Bangli.

“Rencananya hari ini dilakukan tracing kontak erat di Pasar Kidul Bangli. Namun kami belum mendapatkan laporan. Sedangkan tracing di kantornya, untuk sementara belum dijadwalkan,” ucapnya.

Selain ASN, Dirgayusa juga mengatakan, terdapat penamabahan dua kasus lainnya.

Yakni seorang bocah berusia 10 tahun asal Kelurahan Bebalang.

Dirgayusa mengatakan, bocah tersebut terkonfirmasi positif lantaran kontak dengan pasien kasus positif sebelumnya, yang tercatat sebagai kasus No. 134.

“Pasien kasus 134 itu merupakan pedagang cambah. Kebetulan ia sering main kesana. Saat ini bocah 10 tahun itu diisolasi di Pering (Balai Diklat BPK, GIanyar) ditemani oleh ibunya,” ujarnya.

Sedangkan satu orang lainnya yang terkonfirmasi positif yakni seorang pedagang asal Banjar Susut Kelod, Desa Susut.

Dirgayusa mengatakan, pedagang berusia 52 tahun itu diketahui positif akibat kontak dengan kasus positif sebelumnya di Banjar Susut Kelod, yang tercatat sebagai kasus no 132.

Dirgayusa menambahkan, terhadap yang bersangkutan saat ini telah diisolasi di Bapelkes Denpasar.

Tim Kesehatan juga telah melakukan tracing kontak erat terhadap 61 orang di Banjar Susut Kelod.

Dari hasil rapid test, diketahui 11 orang diantaranya reaktif.

“Selanjutnya kami masih menunggu hasil test swab dari 11 orang tersebut. Dengan adanya penambahan tiga kasus positif, maka akumulasi kasus positif di Bangli tercatat sebanyak 149 kasus. Dimana 35 orang masih dalam perawatan, dan 114 orang telah dinyatakan sembuh,” tandasnya. (*).

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved