Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dewan dan Akademisi Minta Anggaran Sektor Pertanian di Bali Dinaikkan

Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, I Wayan Gunawan mengatakan, selama ini sektor sudah terjadi dikotomi antara sektor pertanian dan pariwisata

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
dok
ilustrasi-Lahan pertanian di Kecematan Tegalalang, Gianyar. 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali meminta agar anggaran sektor pertanian di Bali dinaikkan secara konsisten.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, I Wayan Gunawan mengatakan, selama ini sektor sudah terjadi dikotomi antara sektor pertanian dan pariwisata.

Padahal semestinya, sektor pertanian dan pariwisata seharusnya seiring sejalan serta saling menunjang.

 "Untuk itu Fraksi Partai Golkar mendorong saudara Gubernur meningkatkan sektor pertanian dalam struktur ekonomi daerah Bali," kata Gunawan saat rapat paripurna DPRD Bali,  Senin (6/7/2020).

Kinerja Menteri Meningkat Setelah Dimarahi Jokowi, Mensesneg: Jadi Kalau Bagus, Ngapain Direshuffle?

Maskapai Air France Bakal PHK Lebih dari 7.500 Karyawan Akibat Ketidakpastian Berakhirnya Covid-19

Ratusan Warga Antre Berdesakan Terima BST Tahap ke III di Kantor Pos Cabang Semarapura Klungkung

Pihaknya meminta agar Gubernur Bali secara konsisten menaikkan anggaran sektor pertanian sehingga menjadi minimal 5 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah  (APBD) Provinsi Bali.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar adanya pengembangkan sektor industri pengolahan produk-produk sektor pertanian.

Tak hanya itu, Gunawan juga meminta Gubernur Bali untuk menumbuhkembangkan entrepreneur, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM); dan petani muda keren atau petani milenial dengan melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Hal tersebut juga dilakukan melalui pendidikan dan latihan serta pendampingan yang didukung anggaran dari APBD Provinsi Bali.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud), Prof. I Wayan Windia mengatakan, keseriusan pembangunan sektor pertanian memang bisa dilihat dari dana yang disalurkan melalui APBD.

Dalam APBD tersebut harusnya muncul berupa program beserta dananya yang akan dijalankan guna membangun pertanian.

Selama ini, jika dilihat dari APBD yang disalurkan, Pemprov Bali masih sangat kurang memperhatikan sektor pertanian. 

Windia menyebutkan, alokasi APBD Provinsi Bali ke sektor pertanian masih berada dibawah dua persen.

Padahal Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO) menginginkan agar APBD yang dialokasikan ke sektor pertanian minimal 10 persen.

"Jadi jauh sekali dari standar minimal yang diharapkan atau yang diimbau oleh FAO itu," jelasnya.

Link Download dan Streaming Drama Korea Its Okay to Not Be Okay 

Ini 5 Menteri yang Tak Kena Reshuffle versi Pengamat, Ada Prabowo, Erick Thohir dan Retno Marsudi

3 Komponen Penting Keberhasilan Berkebun di Rumah

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved