Breaking News:

Sponsored Content

Empat SMA di Gianyar Tambah Rombel

Bupati Gianyar bersama kepala sekolah SMAN 1 se Kabupaten Gianyar, Bali, menggelar rapat, Senin (6/7/2020).

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Bupati Gianyar, Made Mahayastra dan kepala sekolah SMAN se Gianyar sebelum menggelar rapat, Senin (6/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dalam menyikapi adanya siswa yang tidak mendapatkan SMA Negeri (SMAN), Bupati Gianyar bersama kepala sekolah SMAN 1 se Kabupaten Gianyar, Bali, menggelar rapat, Senin (6/7/2020).

Dalam rapat tersebut, disepakati, empat SMAN akan menambah rombongan belajar (rombel) atau kelas.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra usai rapat mengatakan, ada seratus lebih siswa yang tercecer atau tidak mendapatkan sekolah negeri.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya pun mengundang kepala sekolah diantaranya SMAN 1 Gianyar, SMAN 1 Blahbatuh, SMAN 1 Sukawati, SMAN 1 Ubud, SMAN 1 Tampaksiring, SMAN 1 Payangan dan SMAN 1 Tegalalang.

Dewan dan Akademisi Minta Anggaran Sektor Pertanian di Bali Dinaikkan

Katalog Promo Indomaret, Diskon Popok Bayi, Deterjen, hingga Minyak Goreng Hanya 5 Ribu

Ini Manfaat Mengonsumsi Biji Labu, Memperlambat Penuaan Dini hingga Menjaga Kekebalan Tubuh

Dalam rapat tersebut, kata dia, diketahui tidak semua SMAN 1 kepenuhan siswa.

Bahkan ada yang masih kekurangan, seperti SMAN 1 Tampaksiring, SMAN 1 Payangan, sementara di SMAN 1 Tegalalang jumlah siswanya pas.

Sementara SMAN 1 lainnya, membludak dan masih terdapat pendaftar yang tercecer.

Seperti SMAN 1 Gianyar, SMAN 1 Ubud, SMAN 1 Sukawati dan SMAN 1 Blahbatuh.

Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya keresahan orangtua siswa jika anaknya tidak diterima di empat sekolah tersebut, Mahayastra mengatakan, telah disepakati akan ada penambahan rombel.

Terkait berapa jumlah penambahannya, kata dia, hal tersebut disesuaikan dengan jumlah siswa.

“Kita sepakati akan ada penambahan rombel di empat sekolah, yakni Gianyar, Sukawati, Blahbatuh dan Ubud. Ini dilakukan agar tidak ada siswa yang tidak dapat sekolah,” tandasnya.

Namun Agus menegaskan, siswa tercecer yang akan diterima dalam rombel tambahan ini, tidak boleh merupakan siswa eksodus (perpindahan) dan tidak boleh yang sudah terdaftar di sekolah swasta.

“Tidak boleh terjadi eksodus, misalnya dia sudah terdaftar SMA 1 Tegalalang, pindah ke SMA Negeri 1 Ubud. Tidak boleh itu. Dan, kalau sudah diterima di sekolah swasta, tidak diterima lagi di negeri,” ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved