Breaking News:

Melukat Physical Distancing Saat Banyu Pinaruh di Tirta Pecampuhan Bangli

Tempat pelukatan di Banjar Sala, Abuan, Susut itu ramai dikunjungi warga lokal, namun pihak desa adat mengatur agar tidak terjadi kerumunan.

istimewa
Pemedek melukat di Tirta Pecampuhan Sala, Minggu (5/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Satu di antara tempat pelukatan di Bangli yang kerap menjadi tujuan banyu pinaruh yakni di Pura Taman Pecampuhan.

Kendati belum dibuka secara resmi, Minggu (5/7/2020) tempat pelukatan di Banjar Sala, Abuan, Susut itu ramai dikunjungi warga lokal.

Namun pihak desa adat mengatur agar tidak terjadi kerumunan.

Bendesa Adat Sala, I Ketut Kayana menjelaskan, rangkaian yadnya banyu pinaruh tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Seperti menjaga jarak, cuci tangan, penggunaan masker, dan sebagainya.

“Jadi dalam perjalanan menuju tempat pelukatan, para pemedek tetap wajib mengenakan masker. Pemedek baru melepas maskernya saat melukat, namun tetap wajib semaksimal mungkin menjaga diri dengan protokol kesehatan,” jelasnya, Minggu (5/7/2020).

Dia menyebutkan, pada rangkaian yadnya Saraswati ini diperkirakan jumlah pemedek yang berkunjung 75 hingga 100 orang.

“Kami memang tidak mempersiapkan diri untuk yadnya ini, karena statusnya masih tutup. Dan kebetulan sekali, pemedek yang datang tidak berbarengan. Ada yang yang datang bertiga, berlima. Ini kebetulan sekali, mungkin masyarakat sudah paham,” ucapnya.

Kayana menambahkan, pihaknya tengah menyusun protap untuk di Tirta Pecampuhan.

Pemedek yang hendak melukat dibagi menjadi beberapa gelombang, dimana masing-masing gelombang terdiri dari 25 orang. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved