Breaking News:

Jumlah Insentif Tenaga Medis Bangli Capai Rp 833 Juta

Empat bulan berjibaku menangani virus corona, ratusan tenaga medis di Bangli hingga kini belum menerima insentif

Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Empat bulan berjibaku menangani virus corona, ratusan tenaga medis di Bangli hingga kini belum menerima insentif atas keringatnya.

Padahal pihak pemerintah daerah mengaku telah mengusulkan seluruh usulan insentif kepada pemerintah pusat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Bangli, I Nengah Nadi saat ditemui Selasa (7/6).

Ia menegaskan seluruh usulan insentif dari masing-masing puskesmas itu dikirim pada dua tahap. Yakni pada bulan Juni untuk usulan pengamprahan insentif bulan Maret dan April, serta bulan Juli untuk usulan pengamprahan bulan Mei.

“Sesuai dengan surat edaran dari kemenkes baru tiga bulan saja yang boleh diamprah. Yakni bulan Maret hingga Mei,” jelasnya.

Nadi menyebutkan, sesuai usulan tersebut tercatat 127 tenaga medis Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang berhak menerima insentif. Besaran insentif tiap bulan pun berbeda, tergantung dari jumlah kasus Covid-19 yang ditangani.

Seperti di Puskesmas Tembuku I yang hanya bisa mengamprah pada bulan April saja, dengan total besaran Rp. 900 ribu.

“Begitupun dengan jumlah penerima, masing-masing berbeda tiap bulannya,” kata Nadi.

Lebih lanjut dikatakan, insentif yang diamprah dari bulan Maret hingga Mei seluruhnya mencapai Rp. 833 juta lebih.

Dengan rincian pengamprahan pada bulan Maret sebesar Rp. 145 juta, bulan April Rp. 399 juta, dan bulan Mei sebesar Rp. 288 juta. Pihaknya mengaku belum tahu secara pasti, kapan insentif tenaga medis itu bisa dicairkan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved