Corona di Bali
Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Buleleng Didominasi OTG
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti protokol kesehatan
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di Buleleng saat ini didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG).
Secara kumulatif jumlah pasien yang dinyatakan positif covid-19 sebanyak 102 orang.
Dari jumlah tersebut, 85 diantaranya adalah OTG.
Untuk itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan mengikuti protokol kesehatan selama beraktivitas.
• 2 Kepala Desa Ajukan Gugatan ke MK untuk Pertanyakan Kepastian Hukum Dana Desa
• Ini Daerah Zona Hijau di Indonesia yang Diizinkan Belajar Tatap Muka di Sekolah Mulai 13 Juli 2020
• Daftar Harga Sepeda Lipat Murah Edisi Juli 2020: Mulai Rp 1,7 Jutaan Hingga Rp 2,8 Jutaan
Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pada Selasa (7/7/2020) mengatakan, jumlah OTG yang positif covid-19 saat ini hampir mencapai 85 persen.
Dari 85 OTG yang dinyatakan positif, 81 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.
Sementara 4 sisanya, masih diisolasi di RS Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan.
Para OTG baru menyadari terpapar covid-19, setelah ditracing oleh petugas medis.
Hal ini pun diakui Suyasa cukup berbahaya dan dapat menimbulkan penyebaran virus kian meluas, karena virus sulit terdeteksi.
"OTG ini kami temukan dari hasil tracing, karena mereka melakukan kontak dengan PDP terkonfirmasi. Ini sangat berbahaya dan dapat menimbulkan penyebaran virus meluas, karena OTG sama sekali tidak merasakan gejala atau sakit, namun ada virus didalam tubuhnya," terang Suyasa.
Atas kondisi ini, Suyasa pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Buleleng, untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, dan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
"Siapa pun bisa menjadi OTG, oleh karena itu kita semua harus disiplin menjalankan protokol kesehatan, agar tidak menularkan virus ke orang lain," terangnya.
Selain itu, Gugus Tugas juga saat ini mulai melakukan rapid test secara acak ditempat-tempat padat aktivitas, salah satunya adalah pasar.
Rapid test secara acak ini dilakukan untuk mendeteksi OTG.
• Kodam IX/Udayana Ikuti Rapat Evaluasi Bidang Logistik Angkatan Darat
• 53 Kabupaten/Kota di Indonesia Masih Masuk Zona Merah Virus Corona, Termasuk Daerah di Bali Ini
• Putu Mulyadi Raup Omset Hingga Ratusan Juta Dari Budidaya Lidah Buaya
"Kami sudah melakukan rapid test secara acak di enam pasar baik yang dikelola oleh PD Pasar atau Desa, syukur hasilnya sejauh ini non reaktif," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sekda-bulelenggede-suyasaee.jpg)