Breaking News:

Putu Mulyadi Raup Omset Hingga Ratusan Juta Dari Budidaya Lidah Buaya

Petani lidah buaya, Putu Mulyadi, mampu raup sekitar Rp. 80 hingga 100 juta per tahunya dari penjualan lidah buaya

Tribun Bali/Saiful Rohim
Putu Mulyadi, petani lidah buaya, membersihkan kebun dari tumbuhan liar yang merusakan pertumbuhan lidah buaya, Senin (6/7/2020) siang hari. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Petani lidah buaya, Putu Mulyadi, mampu raup sekitar Rp. 80 hingga 100 juta per tahunya dari penjualan lidah buaya.

Omset tersebut didapatkan dari penjualan disekitar objek wisata di Provinsi Bali.

Seperti di Gianyar, Klungkung, Denpasar, Tabanan, Badung, dan daerah lainnya.

Harga lidah buaya per tonnya bisa mencapai Rp. 80 sampai 100 juta, tergantung kualitas.

Hasil Pemeriksaan, KFS Nekat Habisi Nyawa Anaknya Karena Takut Ketahuan Keluarga Hamil di Luar Nikah

SGB Bali Tunjuk Peter Christian Sebagai Pimpinan Cabang Baru

6 Pasangan Zodiak Ini Benar-benar Disatukan untuk Bertahan Lama

Seandainya tanaman bagus serta ukurannya besar, harga bisa tembus angka Rp.100 juta ke atas, tapi jika sebaliknya harga di bawah Rp. 100 juta.

Biasanya petani tak menjual lidah buaya per kilo, tapi langsung per ton.

Petani asal Banjar Palak, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali ini menjelaskan, tanaman lidah buaya cukup diminati di pasaran.

Biasanya lidah buaya digunakan untuk membuat makanan serta minuman.

Seperti pembuatan jelly, minuman es campur, sirup, cendol, dan campuran minuman lainnya.

Lidah buaya atau aloe vera bisa digunakan untuk produk kecantikan dan kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved