Lagi, Layang-Layang Nyangkut di SUTM Listrik di Denpasar, Sebabkan Pemadaman hingga Suara Ledakan
Dua buah Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) milik PT. Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (UID) Bali terganggu hingga timbul suara le
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dua buah Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) milik PT. Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi (UID) Bali terganggu hingga timbul suara ledakan akibat benang dan layang-layang yang menyangkut di jaringan Jalan Tukad Pancoran dan Jalan Tukad Batanghari, Dauh Puri Klod, Denpasar Barat, Denpasar, Bali, pada Senin (6/7/2020) malam.
Saat dikonfirmasi Tribun Bali, Selasa (7/7/2020) pagi ini, Assman Komunikasi PLN UID Bali, Candra Bastian R kepada Tribun Bali menjelaskan suara ledakan yang terjadi bukan gardu yang meledak melainkan SUTM.
"Kejadian padamnya listrik semalam sekitar pukul 20.33 Wita, bukan ledakan gardu, tapi SUTM/short kami terkena layangan dan benang sehingga menyebabkan korsleting, ada dua titik dan hampir bersamaan waktunya," kata Candra.
"Padam seputaran Tukad Batanghari dan Tukad Pancoran, sebagian Tukad Pakerisan. Padam 20-30 Menitan," imbuh dia.
Ia menjelaskan, suara ledakan yang ditimbulkan tidak begitu besar, hanya seperti ledakan petasan/mercon.
• Gempa Hari Ini, BMKG: Episentrum di Utara Jepara Berkekuatan Magnitudo 6,1 Terasa Hingga Bali
• Antar Pemain Tottenham Berkelahi, Begini Video Detik-detik Hugo Lloris Terlibat Insiden dengan Son
• Sambut New Normal, PSR Turba Gelontor Bantuan Sembako dan Sosialisasi PHBS
"Iya, ada suara ledakan, tapi tidak besar, seperti suara mercon saja," kata dia.
Dijelaskan Candra faktor terganggunya SUTM akibat layang-layang adalah ukuran layang-layang yang besar dan benang layang-layang jenis Nylon merupakan penghantar listrik yang baik kemudian menyentuh phasa jaringan listrik.
"Bukan tajamnya benang tapi benang Nylon kan penghantar listrik yang baik. Besar layang-layang juga bisa menjadi penyebab. Karena kan kabel kami ada 3 phasa itu d atas. R S T, kalau badan layang-layang atau benang menyentuh dua saja atau ketiga phasa tersebut secara bersamaan ya terjadi korsleting. Sama seperti kalau menghubungkan dua titik aki plus dan min pasti keluar percikan api," papar dia.
Candra menambahkan, dalam sehari pada Senin (6/7/2020) PLN UID Bali menurunkan sebanyak 48 layang-layang yang menyangkut jaringan kabel listrik di Wilayah Bali Bagian Selatan.
"Kemarin kami menurunkan 48 layang-layang dari jaringan kami di Bali Bagian Selatan," paparnya.
Untuk itu PLN UID Bali mengajak segenap pemain layang-layang untuk tetap asyik bermain layang-layang dengan lebih memeperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat lainnya.
• Pangdam IX/Udayana Tinjau Pembangunan Lab PCR, Singgung Limbah Medis
• Link Streaming Belajar dari Rumah TVRI, Selasa 7 Juli 2020 Belajar Bahasa Inggris: It Is Cold?
• 67 Adegan Ungkap Peran John Kei
"Tahukah apabila layang - layang yang tersangkut di jaringan listrk PLN bisa menyebabkan Listrik padam? Ayo tetap asik bermain layang - layang dengan menghindari bermain layang - layang dekat dengan Jaringan Listrik," ajaknya.
Selain itu, pemain layang-layang juga diimbau tidak menginapkan layang - layang semalaman karena resiko akan jatuh dan membahayan bagi jaringan PLN menyebabkan padam dan merugikan masyarakat Umum.
"Jika menemukan layangan tersangkut d jaringan Listrik segera Hubungi Contact Centre PLN 123, jangan sekali kali mengambil sendiri karena sangat berbahaya."
"Ini merupakan kewajiban PLN untuk menjaga keaandalan pasokan listrik, tetapi kami juga butuh bantuan dari masyarakat terkait imbauan bermain layang - layang yang aman," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/layang-layang-menyangkut-di-sutm-jalan-tukad-pancoran-dan-jalan-tukad-batanghari.jpg)