Berita Denpasar
HP Tercebur ke Laut, Pemancing Perempuan Terjebak Dini Hari di Rumah Apung Serangan
Ponsel yang terjatuh ke laut mengundang kepanikan bagi seorang pemancing perempuan bernama Sielma Claudia Fortuna (26) dan rekannya.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ponsel yang terjatuh ke laut mengundang kepanikan bagi seorang pemancing perempuan bernama Sielma Claudia Fortuna (26) dan rekannya.
Akibat kehilangan satu-satunya kontak penjemput, warga Kabupaten Gianyar ini bersama dua rekannya sempat terjebak di sebuah rumah apung di tengah Perairan Serangan, Denpasar Selatan.
Sebelum akhirnya dievakuasi darurat oleh Satpolairud Polresta Denpasar pada Kamis 4 Juni 2026 dini hari.
Baca juga: Detik-Detik Pemancing Tergulung Ombak di Pantai Kelingking, Nyoman Rame Terhempas di Hadapan Anak
Peristiwa ini bermula ketika korban dan dua temannya bertolak menuju rumah apung sekitar pukul 00.30 Wita menggunakan jukung sewaan yang dikemudikan oleh Rois Akhmadi.
Dua jam berselang, atau sekitar pukul 02.30 Wita, korban menggunakan lampu kilat ponselnya untuk menerangi permukaan laut demi melihat ikan.
Apes, guncangan ombak yang tiba-tiba membuat ponsel di genggamannya terlepas dan langsung tenggelam ke dasar laut.
Masalah menjadi pelik karena seluruh nomor kontak pengemudi jukung sewaan yang seharusnya menjemput mereka pulang, hanya tersimpan di dalam ponsel yang tenggelam tersebut.
Baca juga: JASAD Surya Ditemukan Terhimpit Gorong-gorong di Tukad Badung, Pemancing Tewas Hanyut dan Tenggelam
Kehilangan akses komunikasi dan terjebak di tengah laut, korban akhirnya berinisiatif meminjam ponsel salah satu temannya.
Bukan menghubungi kerabat, ia langsung menekan layanan darurat Call Center 110 Polresta Denpasar untuk meminta pertolongan resmi.
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., menjelaskan bahwa setelah menerima operan laporan dari operator Call Center 110, personel piket Pos Serangan Satpolairud Polresta Denpasar langsung bergerak melakukan pelacakan lokasi.
"Begitu laporan diterima, personel Satpolairud langsung bergerak cepat melakukan evakuasi sehingga korban bersama dua rekannya dapat diselamatkan dengan selamat," kata Iptu Gede Adi.
Mengingat kondisi perairan dini hari itu tidak memungkinkan untuk menurunkan kapal patroli besar, polisi harus memutar otak demi mempercepat waktu respons.
Baca juga: Jasad Pemancing yang Hanyut di Tukad Badung Ditemukan di Selatan Pasar Badung
Petugas di lapangan akhirnya memutuskan meminjam boat sekoci milik warga setempat agar bisa merapat ke struktur rumah apung.
Dua personel Pos Serangan kemudian memacu sekoci menuju titik koordinat yang dikirimkan korban melalui fitur berbagi lokasi.
Proses evakuasi berjalan dramatis namun lancar; ketiga pemancing tersebut langsung dinaikkan ke atas sekoci dan dibawa mendarat ke tepi pantai dengan kondisi sehat tanpa luka sedikit pun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Petugas-Satpolairud-menyelamatkan-pemancing-yang-terjebak-di-tengah-laut.jpg)