Bappeda Badung Tegaskan TAPD Masih Lakukan Pembahasan Perancangan
I Made Wira Dharmajaya menegaskan, segala sesuatu itu masih dinamis atau masih dalam pembahasan atau kajian lagi.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
“Sekali lagi saya garis bawahi rapat kemarin hanya terbatas, dan tim anggaran perlu dimatangkan lagi, dikaji, dibahas dan diperdalam,” ungkapnya
Disinggung kembali mengenai pemotongan 50 persen itu, pihaknya mengaku semuanya masih dalam proses.
Begitu juga saat ditanya apakah karena adanya rasionalisasi ia enggan menjawab lebih lanjut.
“Ini masih berproses, tunggulah perkembangannya lebih lanjut,” pungkasnya.
Sementara Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi.
Dihubungi via telpon tidak nyambung.
Diberitakan sebelumnya, pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah kabupaten Badung pakrimik, Selasa (7/7/2020).
Mereka bertanya-tanya akan nasib mereka lantaran gajinya akan di potong.
Selain itu, juga beredar kabar gaji mereka bakal terpangkas sebesar 50 persen untuk enam bulan kedepan.
Dari kabar yang beredar pemotongan gaji hingga 50 persen ini sudah dibahas dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk perubahan anggaran tahun 2020, Senin (6/7/2020) kemarin.
Kendati demikian, pembahasan dalam rapat tersebut belum diserahkan kepada Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta.
Sehingga pegawai kontrak bingung.
“Bagaiman ini benar ya informasi ini,” tanya salah satu pegawai kontrak.
Kabarnya juga selain membahas pemotongan gaji kontrak, rapat TAPD juga membahas rencana pemotongan perjalan dinas dalam dan luar negeri semua perangkat daerah.
Kemudian honor tim dinolkan, perjalanan dinas DPRD Badung dipotong 50 persen dari pagu, semua santunan dipotong 50 persen, gaji staf ahli dipotong 50 persen, gaji kelompok ahli dipotong 50 persen.
Namun, untuk perjalanan dinas Sekda Badung tetap.
Pesan itu pun beredar di grup WhatsApp.
Tak hanya pegawai kontrak, salah satu guru honorer di Kabupaten Badung Putu Antara juga mengakui mendapat informasi tersebut.
“Saya mendapat informasi itu di grup sekolah, ada teman yang membagikan. Benar ini ya?,” kata Putu Antara. (*)