Breaking News:

Penerimaan Peserta Didik Baru

10 Ribu Siswa di Denpasar Terancam Tidak Bisa Masuk SMP Negeri

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengungkapkan, saat ini ada 14.569 lulusan Sekolah Dasar (SD)

Ilustrasi: Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi PPDB 2019 

TRIBUN-BALI.COM , DENPASAR - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengungkapkan, saat ini ada 14.569 lulusan Sekolah Dasar (SD) di Denpasar.

Dari jumlah tersebut, SMP negeri yang ada di Kota Denpasar hanya bisa menampung 4.176 siswa.

“Jadi kurang lebih itu ada 10 ribu anak-anak yang harus difasilitasi oleh sekolah-sekolah swasta di Denpasar,” kata Gunawan saat menjadi narasumber dalam program Bincang Tribun Bali, Kamis (9/7/2020)

Gunawan menjelaskan, memang persoalan yang dihadapi pemerintah kota Denpasar khususnya Dinas Pendidikan Denpasar adalah soal daya tampung sekolah negeri.

Rata-rata, daya tampung sekolah negeri baik SD dan SMP di Denpasar itu tidak lebih dari 30 persen dari jumlah pendaftar.

AS Kirim Pesawat Bomber Nuklir B-52 ke Laut China Selatan, Bagaimana Respon Tiongkok?

Nenek Berusia 80 Tahun Alami Pendarahan Usai Digigit Anjing, BPBD Denpasar Evakuasi ke RSUD Wangaya

Pemilik Usaha Sambut Baik Rencana Pemkot Denpasar Longgarkan Jam Operasional

Terkait dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020-2021, Gunawan menjelaskan bahwa di Kota Denpasar PPDB digelar secara online yang mengacu pada Permendikbud No 44 Tahun 2019 dan Surat Edaran Mendikbud tahun 2020 tentang pembelajaran di masa Covid-19.

“Terkait dengan PPDB ini, prosesnya sudah berjalan, mulai dari proses pendaftaran, proses seleksi, kemudian hari ini sampai tanggal 11, adalah proses daftar ulang. Yang daftar ulang, yang diumumkan lulus sesuai dengan jalur PPDB yang ada.

Untuk PPDB 2020, ada empat jalur yang dapat ditempuh oleh calon peserta didik baru.

Yakni jalur afirmasi, jalur prestasi, jalur zonasi, dan jalur perpindahan orang tua.

Selama menerapkan sistem PPDB Online tersebut, Gunawan menyebut tidak ada kendala yang bersifat prinsip, melainkan hanya kendala-kendala teknis dari orangtua siswa.

Pelanggaran Privasi, Kebiasaan Mengecek HP Pasangan Hanya Akan Menimbulkan Rasa Cemas dan Curiga

Pemilik Usaha Sambut Baik Rencana Pemkot Denpasar Longgarkan Jam Operasional

New Normal di Bali, Pedagang Senang Bisa Berjualan Lagi di Pantai Padang Galak

“Permasalahannya justru sekarang adanya di masyarakat sekarang. Tapi permasalahan itu tidak prinsip, sudah dikomunikasikan, akhirnya masyarakat bisa meng-input nomor pendaftaran. Kadang-kadang salah pilih jalur, kemudian tidak bisa masuk dan sebagainya, karena step-step-nya tidak diikuti,” kata Gunawan

Untuk mempermudah komunikasi, Disdikpora Denpasar juga menyedikan layanan call centre bagi orang tua siswa yang ingin bertanya seputar PPDB 2020.

“Tapi kami untuk mengatasi hal itu sebelumnya, kami sudah berikan mereka nomor akses, kalau ada kendala, akses yang bisa dihubungi adalah apa namanya pertama adalah call centre yang ada di dinas pendidikan. Call centre untuk PPDB,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar ini. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved