Breaking News:

Tak Main-main, Hingga Juli 2020 71 Ribu Orang Idap Penyakit ini, Bali Tertinggi Kedua

Tak Main-main, Hingga Juli 2020 71 Ribu Orang Idap Penyakit ini, Bali Tertinggi Kedua

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Depok, Sawangan, Jawa barat, Selasa (2/2/2016). Akibat membludaknya pasien DBD sejak 1 hingga 26 Januari 2016 dengan total 126 pasien, sebagian pasien rawat inap terpaksa harus dirawat di lorong rumah sakit. 

TRIBUN BALI.COM, JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid mengatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia hingga juli mencapai 71.633.

Ia menyebut 10 provinsi yang melaporkan jumlah kasus terbanyak ada di Jawa Barat 10.772 kasus, Bali 8.930 kasus, Jawa Timur 5.948 kasus, NTT 5.539 kasus, Lampung 5.135 kasus, DKI Jakarta 4.227 kasus, NTB 3.796 kasus, Jawa Tengah 2.846 kasus, Yogyakarta 2.720 kasus, dan Riau 2.255 kasus.

“Ini adalah provinsi yang berpotensi endemis dari tahun ke tahun tinggi. Selain itu jumlah kematian di seluruh Indonesia mencapai 459,” katanya saat media briefing secara vitual di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Namun demikian jumlah kasus dan kematian tahun ini masih rendah jika dibandingkan tahun 2019. 

Tahun ini jumlah kasus DBD pada Januari – Juli mencapai 71.633 kasus, tahun 2019 jumlah kasus lebih tinggi berjumlah 112.954.

Begitu pun dengan jumlah kematian, tahun ini berjumlah 459, sedangkan tahun 2019 sebanyak 751.

“Biasanya bulan Juli ini tidak ditemukan kasus baru, tapi kami masih mendapatkan laporan kasus DBD di beberapa daerah. Inilah gambaran jadi kewaspadaan kita bersama, khususnya di 2020 dan bersamaan dengan kasus COVID-19,” katanya.

Belum lagi DBD di Singapura dan Vietnam jadi kejadian luar biasa. 

Maka kasus DBD di Indonesia jadi kewaspadaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus.

“Prinsipnya kita sosialisasikan setiap orang jadi Jumantik (Juru Pemantu Jentik) di rumah masing-masing, dan memastikan rumah kita tidak ada sarang nyamuk,” ucap dr. Siti.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved