Breaking News:

Sponsored Content

Melalui Teleconference, Rai Mantra Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2019

Sidang Paripurna DPRD Denpasar, Melalui Teleconference Walikota Rai Mantra Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2019

Istimewa
Sidang Paripurna DPRD Denpasar, Melalui Teleconference Walikota Rai Mantra Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Tahun 2019 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sidang Paripurna DPRD Kota Denpasar ke-11 masa persidangan II dengan agenda rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kota Denpasar tahun anggaran 2019 digelar Jumat, (10/7/2020) dengan menggunakan teleconference.

Pelaksanaan Sidang Paripurna dipimpin Ketua DPRD Denpasar, I Gusti Ngurah Gede didampingi para Wakil Ketua DPRD di ruang siding DPRD Denpasar.

Sedangkan Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra melaksanakan teleconference bersama Sekda Kota Denpasar, A.AN Rai Iswara serta OPD terkait di Gedung Graha Sewaka Dharma.

Sementara itu, anggota DPRD Denpasar dan undangan lainnya mengikuti seluruh rangkaian sidang secara virtual.

13 Negara dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia, Termasuk Indonesia?

Jokowi Ingatkan Para Kepala Daerah agar Hati-hati Putuskan Masuk New Normal

Pengambilan Perlengkapan Siswa di Tahun Ajaran Baru, SD Widiatmika Terapkan Sistem Drive Thru

Agenda persidangan penyampaian pidato Walikota Rai Mantra terkait rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2019 untuk dapat dijadikan Peraturan Daerah (Perda).

“Pada sidang dewan kali ini, kami mengajukan Ranperda untuk bersama-sama secara simultan kita bahas guna dapat ditetapkan sebagai Perda Kota Denpasar. Ranperda tersebut tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun Anggaran 2019,” ujar Rai Mantra

Lebih lanjut Walikota Rai Mantra menyampaikan, bahwa secara umum dalam APBD Tahun Anggaran 2019 kemampuan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2,18 triliun lebih, sedangkan realisasinya sebesar Rp 2,19 triliun lebih. Belanja daerah direncanakan sebesar Rp. 2,48 triliun lebih, sedangkan realisasinya sebesar Rp 2,25 triliun lebih.

Realisasi pendapatan daerah bersumber dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 1,01 triliun lebih atau mencapai sebesar 106,38 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp. 950,19 milyar lebih.

Pendapatan asli daerah tersebut diatas bersumber dari pajak daerah sebesar Rp. 800, 35 milyar lebih atau sebesar 106,71 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 750 milyar lebih.

Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya adalah restribusi daerah dimana realisasinya sebesar Rp. 33,16 milyar lebih atau sebesar 112,55 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 29,46 milyar lebih.  

Halaman
12
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved