Begini Beda Antara Stres dan Rasa Cemas, Serta Cara Mengatasinya
stres dan kecemasan merupakan bagian alami dari respon "fight or flight" yang terjadi saat tubuh berada dalam situasi bahaya
TRIBUN-BALI.COM - Stres dan rasa cemas seringkali mewarnai hidup manusia sehari-hari.
Ini hal yang wajar terjadi. Pasalnya, stres dan kecemasan merupakan bagian alami dari respon "fight or flight" yang terjadi saat tubuh berada dalam situasi bahaya.
Ketika merasa terancam, tubuh akan melepaskan hormon stres.
Hormon stres inilah yang membuat jantung berdetak lebih kencang dan aliran darah juga lebih cepat.
• Anies Baswedan Bantah Tuduhan Pemberian Izin Reklamasi Ancol Langgar Janji Kampanye
• WHO Berangkatkan Tim ke China untuk Selidiki Asal-muasal Virus Corona
• Mengaku Sakit Hati karena di PHK, Pria Ini Nekat 10 Kali Bobol Rumah Mantan Majikannya
Kondisi ini juga membuat pernafasan berjalan lebih cepat dan tekanan darah meningkat.
Pada saat yang sama, indera seseorang menjadi lebih tajam, dan tubuh melepaskan nutrisi ke dalam darah untuk memastikan semua bagian memiliki energi yang dibutuhkan.
Proses ini terjadi sangat cepat saat kita mengalami stres.
Sementara itu, kecemasan merupakan respon tubuh terhadap stres tersebut.
Banyak orang merasa tertekan, gelisah, atau takut saat mengalami kecemasan.
Gejala Ada banyak kesamaan gejala antara stres dan kecemasan.
Ketika seseorang mengalami stres, mereka bisa mengalami gejala berikut:
-detak jantung lebih cepat
-bernafas lebih cepat
-pikiran cemas
-kemurungan, lekas marah, atau marah
• Ramalan Zodiak Kesehatan 12 Juli 2020: Cancer Jangan Bermalas-malasan, Capricorn Perhatikan Tidurmu
• Sebut Ada yang Ingin Menjegalnya di BUMN, Erick Thohir Blak-blakan Ungkap Fakta Ini
• Tes Kepribadian: Hal Pertama Terlihat Ungkap Ketelitianmu Saat Bekerja
-ketidakbahagiaan umum
-perasaan kewalahan
-kesepian
-mual
-pusing
-diare atau sembelit.
Saat mengalami kecemasan, seseorang juga bisa merasaan gejala berikut:
-detak jantung lebih cepat
-bernafas lebih cepat
-perasaan tidak nyaman atau takut
-berkeringat
-diare atau sembelit
-kegugupan
-ketegangan
-kegelisahan.
Stres dan kecemasan adalah bagian dari reaksi tubuh yang sama dan memiliki gejala serupa.
Itu sebabnya, sangat sulit membedakan keduanya.
Namun, stres cenderung bersifat jangka pendeng dan merupakan respon atas ancaman yang terjadi.
Sementara itu, kecemasan bisa bertahan dalam jangka waktu lama dan seringkali muncul tanpa pemicu.
Cara mencegah dan mengatasi
Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi stres dan kecemasan, salah satunya dengan melakukan teknik relaksasi.
Berikut teknik relaksasi yang bisa kita lakukan untuk meredam stres dan kecemasan:
-latihan pernapasan fokus pada kata yang menenangkan, seperti 'damai' atau 'tenang'
-memvisualisasikan pemandangan yang tenang, seperti pantai atau padang rumput
-berlatih yoga.
Selain teknik relaksasi, kita juga bisa meredam kecemasan dan stres dnegan olahraga.
Akitivitas fisik dapat membantu kita untuk mengatasi situasi yang membuat stres.
Olahraga juga memicu pelepasan hormon endorfin yang mendorong perasaan senang dan tenang.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sering Terlihat Sama, Begini Beda Stres dan Kecemasan",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seseorang-yang-sedang-stres-dan-duduk-di-taman.jpg)