Ini Tips Mempersiapkan Keuangan Jika Ingin Berhenti Menjadi Karyawan
Bagi Anda yang saat ini sedang berada dalam titik jenuh menjadi karyawan, dan berencana keluar dari zona nyaman karier, Anda butuh persiapan matang
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orang yang berharap memiliki pekerjaan tetap dan berpenghasilan tetap.
Namun ada juga yang ingin berhenti menjadi karyawan.
Biasanya mereka adalah karyawan lama yang telah merasa jenuh akan pekerjaannya.
Bagi Anda yang saat ini sedang berada dalam titik jenuh menjadi karyawan, dan berencana keluar dari zona nyaman karier, Anda butuh persiapan matang sebelum membuat keputusan.
• Jumlah Orang Kaya di Gianyar Pasca Pandemi Covid-19 Hanya 13.600 KK
• Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi Mencapai 6 Meter di Selat Bali Tanggal 13-15 Juli
• 15 Ucapan Selamat Idul Adha 2020, Cocok Dikirim ke Keluarga dan Orang Tersayang
Hal mendasar yang perlu Anda pahami dulu adalah tidak semua orang cocok hidup sebagai “non-karyawan”.
Terutama bagi mereka yang sudah memiliki keahlian khusus pada satu bidang.
Jadi, tanyakan ke diri Anda, seberapa siap Anda untuk bekerja sendiri atau membangun usaha/bisnis sendiri?
Hal kedua yaitu, pahami bahwa kehilangan status karyawan berarti juga kehilangan sumber penghasilan tetap tiap bulan.
Anda harus mempersiapkan diri secara finansial agar keuangan tidak kacau balau dan tetap sehat ketika Anda tak lagi mendapat gaji bulanan.
Menyoal finansial, berikut hal yang bisa Anda mulai persiapkan untuk menata masa depan lepas dari status karyawan, seperti di kutip dari Cermati.com.
1. Susun Rencana Bujet Bulanan
Tanpa penghasilan tetap, Anda perlu memiliki rencana anggaran yang tepat supaya bisa bertahan hidup dengan baik selama beberapa bulan kedepan.
Rencana bujet mencakup beberapa hal seperti:
• Rincian pos-pos pengeluaran tiap bulan
• Rincian utang atau cicilan yang wajib bayar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bekerja-di-kantor-saat-new-normal.jpg)