Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ini Tips Mempersiapkan Keuangan Jika Ingin Berhenti Menjadi Karyawan

Bagi Anda yang saat ini sedang berada dalam titik jenuh menjadi karyawan, dan berencana keluar dari zona nyaman karier, Anda butuh persiapan matang

Tayang:
Pexels
Ilustrasi bekerja di kantor saat new normal. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyak orang yang berharap memiliki pekerjaan tetap dan berpenghasilan tetap.  

Namun ada juga yang ingin berhenti menjadi karyawan.

Biasanya mereka adalah karyawan lama yang telah merasa jenuh akan pekerjaannya.

Bagi Anda yang saat ini sedang berada dalam titik jenuh menjadi karyawan, dan berencana keluar dari zona nyaman karier, Anda butuh persiapan matang sebelum membuat keputusan.

Jumlah Orang Kaya di Gianyar Pasca Pandemi Covid-19 Hanya 13.600 KK

Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi Mencapai 6 Meter di Selat Bali Tanggal 13-15 Juli

15 Ucapan Selamat Idul Adha 2020, Cocok Dikirim ke Keluarga dan Orang Tersayang 

Hal mendasar yang perlu Anda pahami dulu adalah tidak semua orang cocok hidup sebagai “non-karyawan”.

Terutama bagi mereka yang sudah memiliki keahlian khusus pada satu bidang.

Jadi, tanyakan ke diri Anda, seberapa siap Anda untuk bekerja sendiri atau membangun usaha/bisnis sendiri?

Hal kedua yaitu, pahami bahwa kehilangan status karyawan berarti juga kehilangan sumber penghasilan tetap tiap bulan.

Anda harus mempersiapkan diri secara finansial agar keuangan tidak kacau balau dan tetap sehat ketika Anda tak lagi mendapat gaji bulanan.

Menyoal finansial, berikut hal yang bisa Anda mulai persiapkan untuk menata masa depan lepas dari status karyawan, seperti di kutip dari Cermati.com.

1. Susun Rencana Bujet Bulanan

Tanpa penghasilan tetap, Anda perlu memiliki rencana anggaran yang tepat supaya bisa bertahan hidup dengan baik selama beberapa bulan kedepan.

Rencana bujet mencakup beberapa hal seperti:

• Rincian pos-pos pengeluaran tiap bulan

• Rincian utang atau cicilan yang wajib bayar

• Besaran tabungan dana darurat yang harus dimiliki

• Jenis pengeluaran yang bisa dihemat

• Besaran modal usaha yang diperlukan jika Anda berencana merintis bisnis

2. Siapkan Dana Darurat yang Cukup

Usahakan Anda punya tabungan dana darurat dengan jumlahnya minimal 3 kali dari total pengeluaran bulanan Anda.

Selama masa transisi dari karyawan ke non-karyawan, Anda perlu memiliki tabungan yang cukup untuk menyambung hidup.

Apapun rencana karier yang Anda akan lakukan selanjutnya, misalnya membangun bisnis atau menjadi freelancer, usahakan agar keuangan tetap sehat setidaknya selama 3 bulan.

Bagi Anda yang belum punya simpanan dana darurat sama sekali, maka Anda harus mulai menyiapkannya.

Akan lebih baik jika Anda bisa menyediakan dana darurat yang cukup lebih dari 3 bulan.

Hindari pemikiran bergantung pada kartu kredit dan paylater untuk persediaan dana darurat. Hal itu tidak tepat karena Anda akan menambah beban utang.

3. Cari Pekerjaan Sampingan

Untuk mencegah defisit keuangan, sebisa mungkin mulailah mencari pekerjaan sampingan.

Ada baiknya, pekerjaan sampingan ini bisa dilakukan dari rumah sehingga Anda bisa menghemat biaya transportasi dan makan.

Pekerjaan sampingan kini bisa dicari dengan mudah dari situs online, usahakan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahlian Anda agar hasilnya maksimal.

Contoh pekerjaan sampingan yang dapat Anda lakukan seperti tutor/guru online, ghost writer, copywriter, graphic designer, food photographer.

4. Lunasi Utang Dulu

Agar beban keuangan tidak bertambah, sebisamungkin cobalah untuk melunasi utang-utang yang ada sebelum memutuskan keluar dari pekerjaan.

Melunasi utang selama masih menjadi karyawan tentu terasa lebih konsisten karena ada gaji bulanan yang bisa diandalkan.

Review kembali catatan rencana bujet yang sudah dibuat, prioritaskan semua utang jangka pendek yang bisa segera dilunasi.

Upayakan juga jangan menambah utang/cicilan lagi selama masa pelunasan.

Belilah dengan cash/tunai jika Anda mampu, namun jika tidak, tahan saja keinginan Anda. Ingat, Anda sedang dalam tahap untuk mengurangi beban utang.

Jangan mudah tergiur diskon dan promo cashback!

5. Bijak Gunakan Kartu Kredit

Supaya utang dan tagihan bulanan tidak bertambah, sebisa mungkin hindari penggunaan kartu kredit berlebihan, terutama untuk belanja konsumtif.

Gunakan kartu kredit untuk keperluan penting misalnya membayar tagihan bulanan atau belanja kebutuhan pokok/bulanan.

Lakukan review penggunaan kartu kredit Anda, cek apakah selama ini Anda sudah bijak atau lebih banyak gunakan kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif.

Penggunaan kartu kredit dengan bijak akan menguntungkan Anda secara finansial, khususnya ketika Anda tak lagi menjadi karyawan kantoran.

Pikirkan dengan Matang sebelum Berhenti Kerja

Berhenti menjadi karyawan termasuk keputusan hidup yang besar.

Jadi, hal ini perlu Anda pikirkan dengan baik dan matang. Jangan gara-gara emosi sesaat Anda membuat keputusan.

Hal yang terpenting adalah siapkan diri Anda secara finansial untuk bisa hidup dengan baik dan tidak stres setelah berhenti kerja.(*).

Artikel ini merupakan hasil kerjasama antara Kompas.cpm dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

Artikel ini telah tayang di https://money.kompas.com/read/2020/07/12/120300326/ingin-berhenti-jadi-karyawan-begini-cara-siapkan-keuangannya?page=all#page2.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved