Breaking News:

Sekitar 7 Ribu WNA Masih Tinggal di Bali, Kemenkumham Bali Imbau Segera Urus Visa atau Pulang

Surat Edaran Nomor: IMI-GR.01.01-1102 Tahun 2020 Tentang Layanan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Tatanan Kenormalan Baru mulai dikeluarkan 10 Juli

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana di depan pintu masuk terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali 19 Maret 2020 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Banyaknya orang asing (OA atau WNA) di Indonesia yang telah diberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) yang datang sejak tanggal 1 Januari 2020 dan orang asing yang berstatus overstayer yang datang sebelum 1 Januari 2020 berdasarkan aturan yang berlaku pada masa pandemi Covid-19.

Perlu diberikan kepastian hukum agar dapat memenuhi hak dan kewajibannya sebagai orang asing di Indonesia.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI di bidang Keimigrasian yakni Direktorat Jenderal Imigrasi melakukan penyesuaian kembali pemberian layanan izin tinggal kepada orang asing guna mendukung keberlangsungan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Dimana dikeluarkan Surat Edaran Nomor: IMI-GR.01.01-1102 Tahun 2020 Tentang Layanan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Tatanan Kenormalan Baru yang mulai dikeluarkan pada 10 Juli 2020 lalu.

Kasus Covid-19 Bertambah 1 Juta Hanya dalam Waktu lima Hari, WHO Beri Peringatan

Pelatih Minta Pemain Persib Kembali Latihan Mandiri, Arema Tunda Sesi Latihan Perdana

Tips Mengolah Mi Instan agar Tetap Terasa Nikmat dan Aman untuk Kesehatan Tubuh

“Surat edaran terbaru yang dikeluarkan itu terkait dengan keberadaan orang asing di Indonesia. Memang disana disebutkan perpanjangan itu terbatas bagi izin tinggal dan izin kunjungan yang tadinya mendapatkan dalam keadaan terpaksa. Tapi disana ada juga bebas visa kunjungan yaitu yang disebut bebas visa disana memang dijelaskan tidak boleh diperpanjang. Tapi orang asing bisa mengajukan telex visa,” jelas Kakanwil Kemenkumham Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk, Selasa (14/7/2020) saat ditemui tribunbali.com.

Jamaruli menambahkan, jadi warga asing yang ada di Bali diimbau segera mengurus telex visa jika masih ingin tinggal disini. 

“Jika tidak (mengurus telex visa) ya silahkan pulang tapi jangan sampai izin tinggal nya habis masih disini atau overstay kita kenakan tindakan administratif denda. Sejak SE diterbitkan mereka harus mengurusnya maksimal 30 hari. Biar mereka tidak overstay. Per hari bisa dihitung denda Rp 1 juta jika overstay. Segera urus,” imbau Jamaruli.

Saat disinggung berapa kira-kira jumlah warga asing yang masih di Bali saat ini ia menyampaikan kurang lebih 7 ribuan.

“Kira-kira saat ini 7 ribuan warga asing ada di Bali. Ada yang menggunakan bebas visa ada yang menggunakan KITAS dan lainnya. Mereka orang asing yang menggunakan bebas visa lebih banyak daripada yang visa kerja bisa dikatakan lebih dari 50 persen,” imbuhnya.

Telex Visa Kunjungan adalah bentuk Rekomendasi pengambilan Visa Indonesia yang telah di setujui oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia kepada calon pemohon Visa Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia yang telah di tentukan sebelumnya, dengan maksud berkunjung untuk Bisnis, Kunjungan Keluarga, Kunjungan Penelitian Singkat dan Bekerja.

“Sebelumnya kan gratis tapi dengan yang sekarang ini harus berbayar dan telex visa nya juga harus diurus di Jakarta. Tapi juga bisa diurus secara online namun dibantu pihak ketiga atau sponsor. Nanti bisa mereka menggunakan sponsor hotel, atau travel biro jasa. Karena telex visa kan bagi yang bekerja tapi kali ini untuk yang bebas visa pun boleh bisa mendapatkan telex visa bisa tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, Surat Edaran ini membuat resah orang asing yang ada disini sekarang karena bagaimana mau pulang pesawat tidak ada.

“Jadi dengan cara ini (mengajukan telex visa) kalau mereka masih harus tinggal disini bisa mengurus telex visa ke Jakarta ya tentunya dengan lewat sponsor tadi. Nanti kalau telex visa sudah keluar dan ditujukan ke kantor imigrasi misalnya di wilayah setempat seperti Ngurah Rai atau Denpasar maupun Singaraja.Sehingga nanti yang disini (Kantor Imigrasi) mengeluarkan visa,” papar Jamaruli.(*).

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved