402.995 Warga Badung Tercatat Menjadi Pemilih Sementara di Pilkada 2020

KPU mencatat ada sebanyak 402.995 orang yang tercatat menjadi pemilih sementara di Kabupaten Badung

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
KPU Badung saat melaksanakan sosialisasi Gerakan Klik Serentak (GKS), di persimpangan 'Patung Hanoman', Sempidi, Mengwi, Badung, Bali, Rabu (15/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Badung mencatat ada sebanyak 402.995 orang yang tercatat menjadi pemilih sementara di Kabupaten Badung

Kendati demikian jumlah tersebut masih bersifat dinamis.

Pencocokan dan penelitian (coklit) nantinya akan menjadi salah satu langkah validasi.

“Jadi petugas kami mencocokkan data yang sudah di-print out. Jika ada perubahan, misalnya pemilih sudah tidak ada, maka dilakukan pencoretan. Demikian juga jika ada pemilih baru, segera ditambahkan,” kata Ketua KPU Badung I Wayan Semara Cipta saat sosialisasi Gerakan Klik Serentak (GKS), di persimpangan 'Patung Hanoman', Sempidi, Mengwi, Badung, Bali, Rabu (15/7/2020).

Pria yang akrab disapa Kayun itu meminta warga Badung yang sudah masuk kriteria pemilih di Pilkada 2020 agar mengecek status terdaftar sebagai pemilih di situs https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Caranya dengan mengetik nama, berikut Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada kolom tersedia.

Apabila semestinya sudah terdaftar, namun setelah dicek terjadi kendala, diminta segera melapor ke petugas Panitua Pemungutan Suara (PPS) ataupun Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di kawasan alamat masing-masing.

“Setelah mengklik https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id, silakan ketik nama dan masukkan NIK, nanti akan tertera yang bersangkutan memilih di TPS mana. Jika ada kendala, bisa menghubungi petugas kami di PPS maupun PPDP,” ungkapnya didampingi komisioner KPU Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra serta sejumlah petugas KPU Badung.

Setelah Klik serentak, baru kemudian dilaksanakan Coklit Serentak pada 18 Juli 2020 mendatang.

KPU Badung telah menentukan sampel coklit, mulai dari kalangan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), tokoh agama, hingga tokoh masyarakat.

Kayun menjelaskan, ada 10 orang yang merupakan tokoh di Kabupaten Badung yang akan dijadikan sampel Coklit KPU Badung.

Mulai dari  Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD beserta dua wakilnya, DPD Bali asal Badung yakni AA Gde Agung, Ketua PHRI I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, dan lainnya.

“Nanti petugas PPDP yang memiliki tugas selanjutnya untuk melakukan Coklit,” ungkapnya

Saat bertugas, kata Kayun, tiap PPDP yang melaksanakan coklit dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD), di antaranya masker, face shield, sarung tangan, dan hand sanitizer guna mencegah penularan Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved