Breaking News:

Meski Status Gunung Agung Turun Jadi Level II Waspada, PVMBG Sebut Masih Berpotensi Terjadi Erupsi

Meski statusnya turun dari Siaga menjadi Waspada, PVMBG menyebut bahwa Gunung Agung masih berpotensi mengalami erupsi.

Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Ilustrasi - Gunung Agung erupsi dan teramati mengeluarkan kolom abu setinggi 500 meter pagi ini, Minggu (17/3/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menetapkan status Gunung Agung menjadi level II atau status waspada.

Namun demikian, meski statusnya turun dari Siaga menjadi Waspada, PVMBG menyebut bahwa Gunung Agung masih berpotensi mengalami erupsi.

 
"Berdasarkan analisis dan pemodelan data pemantauan gunungapi secara komprehensif dapat disimpulkan bahwa Gunung Agung masih berpotensi mengalami erupsi namun dengan ancaman bahaya primer diperkirakan masih terlokalisir di sekitar area puncak dengan radius bahaya maksimum hingga 2 km dari kawah puncak," kata Kepala PVMBG, Kasbani saat menggelar jumpa pers melalui zoom, Kamis (16/7/2020)

Karena masih berpotensi terjadi erupsi, PVMBG mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di zona 2 km dari kawah puncak Gunung Agung. 

Update Covid-19 di Bali: Pasien Sembuh dan Positif Tembus 100 Orang, 3 Meninggal Dunia

Status Gunung Agung Diturunkan dari Level III Siaga menjadi Level II  Waspada

Lolos Tanpa Rapid Test, Pria Asal Sumba Ngaku Beri Rp 350 Ribu ke Oknum di Pelabuhan Padang Bai

"Masyarakat yang bermukim di aliran-aliran sungai Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan," kata Kasbani

Dijelaskan, potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan dapat terjadi terutama pada musim hujan selama material erupsi-erupsi sebelumnya masih terpapar di area lereng dekat puncak.

"Area yang berpotensi terlanda aliran lahar hujan adalah aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung terutama ke arah Utara, Timur laut, Tenggara, Selatan dan Baratdaya," ujar Kasbani

Zona perkiraan bahaya  tersebut bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi oleh PVMBG dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti data data pengamatan gunung agung yang terbaru.

Tabanan Rancang Paket Wisata, Hindari Kerumunan dan Siapkan Sistem Tiket Elektronik

Wabup Suiasa Terima Bantuan 100 Set APD dari Telkomsel

Diupah 25 Juta Selundupkan Sabu dari Malaysia, Bunga Pasrah Dihukum 12 Tahun Penjara

Kasbani juga berharap agar seluruh masyarakat maupun pemerintah daerah, BNPB, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Karangasem, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi gunung Agung setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id dan/atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. 

"Partisipasi masyarakat juga sangat diharapkan dengan melaporkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung melalui fitur Lapor Bencana. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation)," ujar Kasbani. (*)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved