Kandidat Vaksin Covid-19 Buatan China Dinilai Paling Ampuh Melawan Semua Strain Virus Corona

Hal itu disebutkan oleh kepala produsen kandidat vaksin kepada Global Times dalam sebuah wawancara eksklusif pada hari Senin (13/7/2020).

Editor: Eviera Paramita Sandi
Pixabay
Ilustrasi penelitian vaksin virus corona. 

TRIBUN-BALI.COM - China membawa kabar baik mengenai penelitian vaksin virus Corona atau Covid-19.

Sejauh ini, kandidat vaksin tidak aktif (killed/inactivated vaccines) Covid-19 yang dikembangkan oleh China terbukti efektif melawan semua strain dalam virus corona. 

Tingkat reaksi merugikan vaksin asal negeri tirai bambu tersebut yang lebih rendah daripada kandidat vaksin berjenis sama yang sedang diteliti.

Hal itu disebutkan oleh kepala produsen kandidat vaksin kepada Global Times dalam sebuah wawancara eksklusif pada hari Senin (13/7/2020).

"Vaksin inaktif yang kami kembangkan dapat mencakup semua jenis virus corona yang telah terdeteksi sejauh ini, termasuk jenis virus yang dilacak di pasar Xinfadi di Beijing," ujar Yang Xiaoming, presiden Grup Farmasi Nasional China (Sinopharm).

Pernyataan itu sekaligus menanggapi kekhawatiran publik bahwa vaksin dalam proses R&D menjadi tidak efektif ketika virus bermutasi.

Tim peneliti telah melakukan percobaan perlindungan silang untuk menguji apakah anti-serum yang diperoleh dengan mengimunisasi hewan dapat menghasilkan respons kekebalan terhadap berbagai genotipe strain virus corona, ujar Yang.

Kandidat vaksin tidak aktif COVID-19 dari Sinopharm telah dikirim ke uji klinis fase tiga.

Sudah ada 4 juta dosis vaksin yang disiapkan.

Setelah satu kandidat disetujui untuk dipasarkan, perusahaan akan segera dapat memberikan sebanyak mungkin dosis vaksin yang dibutuhkan untuk seluruh negeri.

Yang memperkirakan bahwa vaksin COVID-19 yang tidak aktif akan tersedia di pasaran pada akhir tahun ini atau awal 2021.

Dua kandidat vaksin COVID-19 yang tidak aktif yang dikembangkan secara terpisah oleh institut Sinopharm di Beijing dan Wuhan telah memasuki uji klinis pada bulan April.

Hasil uji klinis fase satu dan dua dari dua kandidat itu terungkap pada bulan Juni.

Hasil menunjukkan bahwa semua reseptor telah menciptakan antibodi titer yang tinggi.

Skeptisisme dan pesimisme vaksin COVID-19 yang dikembangkan China telah dimunculkan di beberapa media Barat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved