Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

IKIP PGRI Bali Berubah Nama Jadi Universitas Mahadewa Indonesia, Ini Alasannya

Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Bali kini berubah nama menjadi Universitas Mahadewa Indonesia

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Rektor Universitas Mahadewa Indonesia, Dr. I Made Suarta 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Bali kini berubah nama menjadi Universitas Mahadewa Indonesia.

Rektor Universitas Mahadewa Indonesia, I Made Suarta mengatakan, latar belakang perubahan nama ini dimulai ketika dirinya dilantik pertama kali sebagai rektor dan mendapat pesan dari Ketua Pengurus Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bali.

“Langkah sama saja dengan apa yang dicapai. Saat ini merupakan langkah yang mundur. Karena itulah saya bertekad untuk berubah dalam arti yang baik. Situasi dan kondisi membuat kami harus merubah diri menjadi universitas,” terang Suarta dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Minggu (19/7/2020).

Menurutnya, tujuan berubah dari institut menjadi universitas supaya bisa lebih leluasa bergerak dalam berbagai disiplin ilmu yang diinginkan.

Memelihara Koi Jadi Bisnis Menjanjikan, Putra Wirawan: Memelihara Koi Bukan Hobi Sultan

Langkah Efektif Hilangkan Komedo Membandel dengan Cara Alami 

Hashim Blak-blakan Soal Nyali Prabowo sebagai Menhan Stop Rp 50 T Pembelian Alutsista, Ungkap Ini

Universitas Mahadewa Indonesia saat ini memiliki 13 program studi (prodi), di antaranya sembilan prodi dari IKIP PGRI dan tiga prodi dari Sekolah Tinggi Manajemen Infomatika dan Komputer (STMIK) Denpasar, serta satu tambahan Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Sebanyak 13 prodi ini akan dimasukkan ke dalam dua fakultas, yakni Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan dan Fakultas Teknik Informatika.

“Dulu kami di IKIP PGRI memiliki lima fakultas, tapi sekarang saat sudah menjadi Universitas Mahadewa Indonesia kami bentuk jadi dua fakultas. Jadi lima fakultas yang dulu dijadikan satu fakultas yakni Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, kemudian fakultas dan program studi dari STMIK Denpasar akan menjadi Fakultas Teknik di Universitas Mahadewa Indonesia,” jelasnya.

Pihaknya berharap kedepan Universitas Mahadewa Indonesia ke depan bisa diterima oleh masyarakat.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihak rektorat akan melanjutkan sosialisasi tentang nama Universitas Mahadewa Indonesia kepada masyarakat.

“Selama pandemi ini, kita akan mencari cara agar masyarakat tahu Universitas Mahadewa ini adalah bagian dari yang tak terpisahkan dahulu yang namanya IKIP PGRI Bali,” kata Suarta.

Universitas Mahadewa sementara tidak tampak di pangkalan data, untuk itu akan dilakukan moderasi data, mereformasi hal-hal yang ada di IKIP PGRI Bali yaitu statuta, kurikulum, dan visi misi.

Diharapkan migrasi data bisa berjalan sesuai rencana sehingga secepat mungkin Universitas Mahadewa bisa menyatu dengan Universitas lainnya yang ada dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Sementara itu, Ketua YPLP PGRI Bali I Gusti Bagus Arthanegara merasakan kehadiran Universitas Mahadewa Indonesia sebagai berkah karena pihaknya telah berjuang selama tiga tahun.

Terlebih Surat Keputusan (SK) dari Kemendikbud RI turun di tengah umat Hindu yang sedang merayakan hari-hari penting seperti Saraswati, Banyu Pinaruh, Soma Ribek, Pagerwesi dan Tumpek Landep.

“Perubahan dari IKIP menjadi universitas bukan sesuatu yang mudah namun merupakan tanggung jawab besar," tuturnya. (*).

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved