Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Tilem Kasa, Lakukan Peleburan Dosa dalam Diri, Ini Persembahannya

Hari ini, Senin (20/7/2020) merupakan perayaan bulan gelap pada bulan pertama sesuai kalender Bali atau sasih Kasa.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Rizal Fanany
(ilustrasi) Upacara Yadnya Pamahayu Jagat di Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Bali, Minggu (5/7/2020). Persembahyangan ini digelar untuk memohon berkah pada Tuhan Yang Esa terkait penerapan tatanan kehidupan era baru masyarakat Bali yang produktif dan aman. 

Tapi dengan memasukinya, menyusupinya, meleburkan diri di dalamnya, atau memasukkannya ke dalam diri.

Saat Tilem atau bulan mati, umat Hindu wajib untuk mengenyahkan segala dosa, noda, dan kekotoran dari dalam diri.

Dalam lontar Sundarigama juga disebutkan.

Mwang tka ning tilem, wenang mupuga lara roga wighna ring sarira, turakna wangi-wangi ring sanggar parhyangan, mwang ring luhur ing aturu, pujakna ring sanggar parhyangan, mwang ring luhur ing aturu, pujakna ring widyadari widyadara, sabhagyan pwa yanana wehana sasayut widyadari 1, minta nugraha ri kawyajnana ning saraja karya, ngastriyana ring pantaraning ratri, yoga meneng, phalanya lukat papa pataka letuh ning sarira.

Artinya:

Pada saat Tilem, wajib menghilangkan segala bentuk dosa, noda, dan kekotoran dalam diri.

Dengan menghaturkan wangi-wangian di sanggar atau di parahyangan, dan di atas tempat tidur, yang dipersembahkan kepada bidadari dan bidadara.

Akan lebih baik jika mempersembahkan 1 buah sesayut widyadari untuk memohon anugerah agar terampil dalam melaksanakan segala aktivitas.

Pemujaan dilakukan tengah malam dengan melakukan yoga, atau hening.

Pahalanya adalah segala noda dan dosa yang ada dalam diri teruwat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved