Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Bali Jadi Proyek Percontohan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 pada Industri Pariwisata

Bahkan Wagub Cok Ace sangat yakin dan optimis akan kesiapan Bali menyambut para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Wema Satya Dinata
dokumentasi Pemprov Bali
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menjadi narasumber pada program salah satu TV nasional, Senin (20/7/2020) malam 

Hal itu bisa dilihat dengan angka kasus yang cukup rendah di Indonesia serta fatality rate yang hanya sekitar 1,58 persen.

Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari koordinasi yang baik antara pemerintah dengan desa adat.

“Kami bekerja sama dengan desa adat untuk mengatur masyarakat, bahkan berbagai sanksi telah diberlakukan oleh desa setempat. Pada umumnya masyarakat Bali adalah masyarakat yang patuh, sehingga kami bisa menekan angka kasus,” imbuhnya.

Sementara dari segi sanksi, Pemprov Bali bagi melaksanakan penegasan bahi para pelanggar.

Ia mencontohkan, seperti penyelenggara yoga massal di tengah pandemi, pemerintah langsung mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) yang menyelenggarakan. “Sebenarnya kegiatannya bagus untuk kesehatan, namun kita harus tetap menegakkan peraturan makanya kita tindak dengan tegas,” kata Panglingsir Puri Ubud itu.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, untuk kasus Covid-19 di Indonesia jangan dilihat secara global, tapi dilihat dari daerah ke daerah.

Beberapa provinsi atau kabupaten yang cukup berhasil menangani Covid-19 maka pusat merasa sudah layak membuka pariwisatanya.

“Seperti Bali, Jogja atau pulau Bintan. Daerah-daerah ini dinilai cukup berhasil dalam menangani Covid-19, sehingga cukup layak dibuka,” jelasnya.

Apalagi saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 telah mempunyai data real tentang penyebaran virus ini, sehingga memudahkan para wisatawan untuk memutuskan ke mana akan berwisata.

Untuk membuka kran pariwisata sendiri, Menko Luhut mengatakan Indonesia tengah menjajagi dengan negara-negara sahabat.

Menurutnya, dibutuhkan perjanjian kedua belah pihak agar warga mereka juga merasa aman. "Semua hal tersebut menjadi dasar pemerintah membuka pariwisata untuk domestik Indonesia tanggal 31 Juli serta untuk mancanegara 11 September mendatang," tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk mengimplementasikan protokol kesehatan dan pencegahan dengan disiplin.

 "Mari kita patuhi pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, ini adalah langkah preventif, dan langkah-langkah ini juga dinilai bisa membangun kepercayaan wisatawan,” ajaknya.

Di samping itu, Menko Luhut juga mengajak semua pihak untuk bersatu memberikan sumbangsih dan mendukung pemerintah dalam penanganan pandemi ini, bukan malah saling menghujat di dunia maya. 

Ia mengakui sektor pariwisata adalah sektor yang menghidupi sektor-sektor lainnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved