Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Populer di Tribun Bali

POPULER: Kisah Uang Berkaki Empat dan Pandemi Hingga Rumah Ibu Soekarno akan Direstorasi

Artikel populer di Tribun Bali, Selasa (22/7/2020) kemarin. Berikut tiga artikel populer di Tribun Bali yang mungkin kamu lewatkan. 1. Kisah Uang

Tayang:
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dody Sukma Oktiva Askara saat melihat kondisi rumah milik Nyoman Rai Serimben, Ibunda Presiden Ir. Soekarno. Tahun ini rencananya rumah tersebut akan direstorasi oleh Balai Cagar Budaya. 

TRIBUN-BALI.COM - Artikel populer di Tribun Bali, Selasa (22/7/2020) kemarin.

Berikut tiga artikel populer di Tribun Bali yang mungkin kamu lewatkan.

1. Kisah Uang Berkaki Empat dan Pandemi

Artikel pertama merupakan tulisan Citizen Jurnalism.

Berikut isinya:

Ketika diajak ahli relationship nasional yang juga pakar komunikasi, Dr Aqua Dwipayana M.Ikom, untuk bertamu ke kediaman pengusaha Vincentius Lianto pada awal Juli 2020 lalu, sebetulnya mata saya sudah agak ngantuk.

Saat itu jarum jam hampir menunjukkan pukul 23.00 waktu Denpasar, Bali.

Namun, ketika melihat sambutan tuan rumah, apalagi suasana perbincangan yang tak dinyana justru makin malam makin mengasyikkan, saya jadi bersemangat untuk melek. Rasa kantuk pun langsung sirna.

“Pak Aqua, ada ungkapan dari seorang bijak yang berbunyi begini ‘uang memiliki empat kaki, manusia hanya memiliki dua kaki’,” demikian diantara ucapan yang meluncur malam itu dari Vincentius Lianto, pendiri (founder) sekaligus chairman DV Medika.

DV Medika adalah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan peralatan kesehatan dan penunjangnya, serta memproduksi dan memasok pula alat pelindung diri (APD) antara lain masker, hand sanitizer dan ventilator.

Bisa dibilang, DV Medika adalah diantara big player dalam penyediaan peralatan kesehatan dan penunjangnya di Indonesia.

Lianto, panggilan Vincentius Liano, lantas menjelaskan maksud ‘uang berkaki empat, manusia berkaki dua’ itu.

Bagi pengusaha berusia 53 tahun ini, berbisnis tidak hanya mengutamakan kalkulasi uang semata.

Berbisnis, kata Lianto, juga bisa menjadi sarana untuk menanam budi baik.

Dengan demikian, menjadi penting bahwa pebisnis memiliki empati kepada para stakeholder-nya, termasuk konsumennya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved